"Komnas HAM menemukan keterkaitan erat antara proses pemilu kada dengan peristiwa penyerangan terhadap warga Syiah. Walaupun awal mulanya konflik tersebut dipicu permasalahan keluarga."

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan bahwa aksi penyerangan terhadap kaum minoritas Syiah di Sampang, Madura, Jawa Timur, terkait dengan proses pemilihan kepala daerah (pemilu kada) di wilayah tersebut.

"Komnas HAM menemukan keterkaitan erat antara proses pemilu kada dengan peristiwa penyerangan terhadap warga Syiah. Walaupun awal mulanya konflik tersebut dipicu permasalahan keluarga," kata Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim, Selasa (28/8).

Lebih lanjut Ifdhal menegaskan bahwa kasus tersebut merupakan kegagalan negara dalam melindungi warganya dari ancaman. Apalagi, dalam investigasi sementara, pihak kepolisian diduga telah mengetahui adanya rencana penyerangan tersebut.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menjelaskan bahwa pihaknya akan menelusuri keterkaitan konflik Sampang dengan pemilu kada setempat.

"Polisi masih akan menelusuri," ujarnya.

Yang jelas, kata Gamawan, kasus penyerangan di Sampang dipastikan tidak berkaitan dengan konflik kepercayaan.

Penulis: