Sebuah perahu bermesin ukuran kecil (ces) berlayar di pedalaman Sungai Barito di wilayah Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah yang surut dalam hampir dua pekan terakhir, Rabu (3/8).Wilayah Kabupaten Barito Utara dan Murung Raya yang merupakan dua kabupaten paling utara di Kalteng mengalami musim kemarau basah dan diperkirakan Agustus 2011 mengalami puncak kemarau.
Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional juga sudah mulai melakukan pendekatan.

Merasa tidak mendapat liputan yang adil dari media lokal, bakal calon  Bupati Barito Utara, Kalimantan Tengah, Mulyar Samsi, mencoba  peruntungannya melalui pemberitaan media nasional di Jakarta.
 
Dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Sabtu (8/9), bakal calon Bupati yang mengaku sebagai kandidat unggulan PDIP ini mengatakan, pihaknya merasa tidak punya jalan untuk mendapat liputan yang berimbang menduga media lokal sudah tidak netral dan secara jelas mendukung bupati petahana Achmad Yuliansyah.
 
"Wartawan [lokal] pun sudah dibeli oleh pemerintah daerah," ujar Mulyar,  yang merupakan seorang pengusaha pertambangan batubara di daerahnya.
 
Pemilukada Bupati Barito Utara dijadwalkan akan berlangsung pada Juni 2013. Menurut Mulyar, pihaknya akan bersaing dengan bakal kandidat lain yang merupakan istri dari Achmad, karena bupati yang sekarang sudah tidak bisa mencalonkan diri lagi.
 
"Saya hanya ingin memberikan sumbangsih untuk daerah saya dan saya siap maju untuk pemilukada nanti," ujar Mulyar yang mengenakan kemeja kotak-kotak, yang sudah identik dengan pakaian kandidat Gubernur Jakarta dan Bupati Solo, Joko Widodo.
 
Mulyar menambahkan, PDIP sudah resmi memintanya untuk maju sebagai  kandidat dari partai tersebut. Selain itu, ada juga partai politik lain, seperti Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional, yang sudah  mendekatinya.
 
"Untuk partai nanti akan berjalan dengan waktu yang bergulir. Saya  melakukan langkah dasar dulu saja agar publik lebih paham siapa saya dan  saya ingin lebih dekat dengan publik dan masyarakat luas yang ada di tanah air," ujar Mulyar.

Penulis: