Anggota Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo
Ledakan bom di Jalan Nusantara, Beji, Depok, pada Sabtu (8/9) malam tadi, menjadi bukti kegagalan pemerintah mengeliminasi kelompok-kelompok teroris. Soalnya, kelompok atau jaringan teroris Depok sudah lama teridentifikasi.

"Ledakan bom tadi malam hanya membuktikan bahwa kelompok Depok masih eksis. Kalau kelompok itu masih eksis, itu karena pemerintah dan aparat keamanan secara tidak langsung telah memberi toleransi berlebih kepada mereka," kata anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo di Jakarta, Minggu (9/9).

Bambang menegaskan demi stabilitas kehidupan berbangsa, toleransi sekecil apa pun terhadap terorisme lokal harus diakhiri.

Politikus Partai Golkar itu menjelaskan baik Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) maupun para pengamat, sudah berulangkali mengindikasikan adanya jaringan atau kelompok-kelompok baru yang bernafsu melancarkan aksi teror di negara ini.

Dilaporkan antara lain, bahwa hingga saat ini, setidaknya ada sembilan kelompok teroris. Kelompok-kelompok itu membentuk jaringan, serta memiliki dana untuk membeli senjata, bahan peledak dan membiayai kegiatan lainnya.

Mereka juga disebut menggelar latihan di Sulawesi, dengan wilayah Poso menjadi basis. Pesertanya berasal dari sejumlah daerah, di mana peserta yang kembali ke daerah asal langsung membentuk sel-sel baru.

"Data atau informasi intelijen ini idealnya diterjemahkan sebagai ancaman. Kalau pemerintah konsisten melindungi rakyat dan menjaga stabilitas nasional, ancaman itu harus dieliminasi, at all cost," tukas Bambang.

Sementara selama ini, menurut Bambang, yang terlihat di permukaan hanya langkah atau aksi yang reaktif, berupa 'serangan balik' pascaserangan para terduga teroris.

'Serangan balik' oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror pada pekan pertama September 2012 misalnya, merupakan reaksi atas serangan tiga terduga teroris di Solo, Jawa Tengah.

"Penyikapan terhadap eksistensi jaringan terorisme di Indonesia tidak bisa terus-menerus reaktif. Manfaatkan segera data intelijen untuk mengeliminasi ancaman terorisme di negara ini," tukas Bambang.

Penulis: