Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi SP.
Oknum tersebut sudah tak lagi berprofesi sebagai pegawai KPK

Seorang mantan pegawai KPK berinisial LYA, diduga telah melakukan pemerasan terhadap keluarga Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra).

Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, dalam konferensi pers di kantor KPK, Jumat (21/9), membenarkan hal tersebut.

"Peristiwanya menurut info yang terjadi semalam, dan tadi baru disampaikan. Yang bersangkutan mengaku sebagai pegawai KPK," kata Johan.

Menurut Johan, oknum tersebut sudah tak lagi berprofesi sebagai pegawai KPK. LYA, kata Johan, sudah dipecat karena melakukan pelanggaran kode etik.

"Yang bersangkutan tidak lagi menjadi pegawai KPK sejak 7 Agustus lalu. Dia sudah dipecat. Diberhentikan dan dikembalikan ke instansi awal atas pelanggaran kode etik," kata Johan.

Diceritakan Johan, sebelum diberhentikan, LYA yang merupakan pegawai biro Sumber Daya Manusia (SDM) tersebut sudah sempat menjalani skorsing selama tiga bulan, dalam proses pemeriksaan pengawas internal dan Dewan Pertimbangan Pegawai.

Ditanya soal modus pemerasan, Johan mengaku tidak mengetahui secara detail mengenai hal tersebut.

"Nah, mungkin ini Polda bisa menyampaikan (secara) lebih detail," kata Johan.

 


Penulis: /FMB