Ilustrasi: kekeringan
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapatkan bantuan Rp5 miliar untuk mengatasi kekeringan yang diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Oktober.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sudah mengirimkan surat keputusan (SK) kepada seluruh pemerintah daerah di  DIY, yang berisi status siaga darurat kekeringan sampai akhir Oktober mendatang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Budi Antono yang sebelumnya menjabat selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hari ini, Sabtu (29/9) membenarkan, musim kemarau panjang di wilayah DIY juga dirasakan masyarakat di wilayah perkotaan.

Dengan SK tersebut, DIY juga mengajukan permohonan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanggulangan problem kekeringan sekitar Rp50 miliar.

“Delapan provinsi di Indonesia, termasuk DIY, juga mengajukan bantuan untuk mengatasi kekeringan, namun dana yang diterima hanya Rp5 miliar,” ungkap Budi.

Dikatakan, BNPB hanya memiliki dana Rp55 miliar. Dana tersebut harus dibagi dengan delapan provinsi lain yang juga mengajukan bantuan gawat darurat kebencanaan.

Minimnya dana yang turun tidak menjadi persoalan yang krusial. Hal itu dikarenakan SK Gawat Darurat Kekeringan Gubernur DIY hanya berlaku hingga 31 Oktober mendatang.

Penanganan kekeringan di Sleman akan difokuskan pada Kecamatan Prambanan, dengan dana yang dialokasikan senilai Rp1,3 miliar.

Sementara itu, Kabupaten Gunungkidul mendapatkan alokasi dana sebesar Rp3,7 miliar. Pengalokasian di Gunungkidul lebih merata dengan agenda kegiatan untuk mencari sumber-sumber mata air yang hingga kini belum dimanfaatkan secara  optimal.

Penulis: