Ilustrasi Densus 88
Dua kompi pasukan polisi tak berseragam dikerahkan untuk kepung KPK.

Anggota dari unit anti-teror Polri, Densus 88, teryata dilibatkan dalam upaya Polri untuk menangkap Novel Baswedan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menolak kembali ke Polri.

"Mereka menggunakan bantuan Densus ketika mencoba menerobos rumah Novel dan juga penyidik-penyidik lainnya," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam jumpa pers di kantornya, Sabtu (6/10) dinihari.

Orang-orang yang dekat dengan Novel dan penyidik-penyidik lain yang bertahan di KPK juga kerap diintimidasi oleh petugas, kata Bambang.

Bukan itu saja, beberapa petugas kepolisian dari Polres Bengkulu yang menyambangi KPK Jumat (5/10) malam tadi berniat menjemput paksa Novel dengan tuduhan penganiayaan atas kasus yang terjadi pada 2004 dan sebetulnya sudah diselesaikan di sidang kode etik Polri, kata Bambang.

Novel diberi teguran keras karena dia mengaku bertanggung-jawab atas perbuatan yang dilakukan anak buahnya selaku Kasatserse di Polres Bengkulu dan dia sendiri tidak terlibat dalam penganiayaan yang mengakibatkan ada korban meninggal itu, kata Bambang.

"Ini kriminalisasi, surat penangkapannya pun tidak ada nomornya," tegasnya.

Bambang juga mengkritik sikap Polri yang mengirim sedikitnya dua kompi pasukan polisi tak berseragam untuk mengepung KPK, berdasarkan informasi yang diperolehnya.

Penulis: