Bom Poso Meledak 50 Meter dari Kompi B Yonif 714/SM

Bom Poso Meledak 50 Meter dari Kompi B Yonif 714/SM
Ilustrasi bom. ( Foto: Freedigitalphotos/Idea go )
/ FER Rabu, 10 Oktober 2012 | 10:17 WIB
Warga untuk tidak terprovokasi karena polisi masih melakukan penyelidikan.

Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Dewa Parsana meminta warga Poso untuk tidak terpancing ulah orang yang tidak menginginkan Poso aman dan damai.

Sebuah bom meledak di Jalan Tabatoki Lorong Serbaguna Kelurahan Kawua, Kecamatan Poso Kota Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tangah, sekitar pukul 20.15 wita malam tadi. Bom yang diperkirakan berdaya ledak tinggi itu terdengar hingga radius 5 kilometer dan lokasinya dekat dengan Markas TNI Kompi B Yonif 714/Sintiwu Maroso Poso.

“Saya imbau warga untuk tidak terprovokasi karena polisi masih melakukan penyelidikan,” kata Kapolda Dewa Parsana kepada wartawan di Palu, Rabu (10/10).

Lokasi ledakan bom tepat di depan rumah Okrifil Mamuaya dan berjarak sekitar 50 meter arah timur Kompi B Yonif 714/SM. Ledakan itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun merusak sebuah mobil Avanza dan sebagian badan rumah milik keluarga Okrifil.

Informasi yang diperoleh dari tempat kejadian perkara menyebutkan bom yang meledak itu diduga dilempar oleh orang tak dikenal.

“Sekitar dua menit sebelum terdengar ledakan, ada sebuah motor keluar dari lorong melaju kencang,” tutur seorang ibu yang tinggal di lorong Serbaguna.

Sepeda motor yang dicurigai warga itu berjenis motor matic bebek.

“Dua orang yang di motor itu,” kata warga lain yang juga melihat sebuah sepeda motor melaju kencang keluar dari lorong bom meledak.

Pasca ledakan, Kapolres Poso, AKBP Pulung Rohmadianto memimpin langsung identifikasi dan olah tempat kejadian perkara. Polisi juga menutup akses jalan di lokasi meledaknya bom.

Setelah Bom Kawua meledak, tim Jihandak Brimob kembali disibukkan dengan laporan warga adanya dua paket dus tak bertuan di Kelurahan Moengko, Poso. Paket yang diduga salah alamat tersebut akhirnya diamankan tim gegana ke Markas Brimob di Moengko.
CLOSE