Ilustrasi rel kereta api
Wakil Presiden Boediono
"Saya akan terus memonitor mengenai pembangunan jalur ganda kereta api sampai selesai dibangun."

Jalur ganda kereta api yang menghubungkan Jakarta-Surabaya ditargetkan pada akhir 2014 sudah bisa beroperasi, sehingga akan mampu meningkatkan transportasi orang dan barang di Pulau Jawa.

"Saya akan terus memonitor mengenai pembangunan jalur ganda kereta api sampai selesai dibangun," kata Wakil Presiden, Boediono, di Stasiun Alastua Semarang, Selasa (16/10).

Boediono meninjau jalur kereta api Stasiun Tawang, Semarang, menuju Alastua serta melihat secara langsung pembangunan jalur ganda Semarang-Surabaya.

Jalur sepanjang 727 kilometer itu merupakan proyek besar yang melibatkan banyak pihak, mulai dari Kementerian Perhubungan, Provinsi Jawa Tengah, TNI, Polri, hingga masyarakat.

Dari hasil peninjauannya, kata Wapres, semua pihak telah melakukan koordinasi dengan baik dan telah tertata dengan lancar, sekalipun dalam pembangunan proyek masih ditemui sejumlah kendala seperti pembebasan lahan.

"Semua pihak saya nilai sangat kooperatif, sehingga target pembangunan jalur ganda diharapkan sudah bisa selesai dibangun tepat pada waktunya," ujarnya.

Khusus untuk jalur ganda Jakarta-Semarang, pada Juni 2013 diharapkan sudah selesai pembangunannya dan sudah bisa dioperasikan sebelum Lebaran Idul Fitri.

Pembangunan jalur ganda tersebut memiliki nilai manfaat dan ekonomi yang sangat besar karena akan mampu meningkatkan ekonomi Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta bisa mengurangi beban arus lalu lintas.

Jalur kereta api di Jawa Tengah selama ini merupakan "bottle neck" yang harus diatasi, sehingga pembangunan jalur ganda sangat penting dan mendesak.

Sementara itu Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, dalam pembangunan jalur ganda Jakarta-Surabaya memang ditemui sejumlah masalah seperti pembebasan lahan yang tidak lancar, juga terdapat sejumlah pipa gas milik Pertamina dan Petrokimia Gresik.

"Namun demikian, kita tetap berupaya untuk bisa menyelesaikan tepat waktu dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi," kata Bambang.

Nilai investasi pembangunan jalur ganda Jakarta-Surabaya diperkirakan sebesar Rp9,8 triliun. 

Penulis: