Ilustrasi.
Awalnya pelaku datang ke rumah korban untuk sekadar berbincang-bincang.

Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian, pelaku pembunuhan Riska Vita Karina, 22, mahasiswi STIE Bank Jateng, ditangkap aparat. Pelaku mengaku mencekik korbannya hingga tewas saat berada di kamar mandi.

Kapolrestabes Semarang Kombes Elan Subilan, saat gelar perkara di Semarang, hari ini, mengatakan bahwa awalnya pelaku datang ke rumah korban untuk sekadar berbincang-bincang.

"Tapi setelah melihat foto ayah korban, tersangka merasa jengkel dan emosi karena teringat perkataan ayah korban. Sehingga, dia langsung mencekik korban yang saat itu sedang berada di kamar usai mandi," ujarnya, didampingi Kasat Reskrim AKBP Augustinus Pangaribuan.

Dari penangkapan itu, sejumlah barang bukti juga telah disita dari tersangka. Yakni, satu lembar surat gadai perhiasan emas dengan nomor 04945 dari kantor Pegadaian Cabang Kalipancur Semarang, sebuah kamera digital merek Nikon, tiga telepon seluler masing-masing merek Sony Ericson, Nokia, dan Blackberry, sepeda motor Honda Supra X bernomor polisi H 3009 EY, helm merek Caberg, serta uang tunai Rp3 juta.

Setelah membunuh korban dengan cara mencekik leher korban dan menindih tangan korban dengan kakinya di atas tempat tidur, menurut Kapolrestabes, tersangka kemudian mengambil perhiasan emas yang dipakai korban. Termasuk juga, barang-barang berharga lainnya seperti ponsel dan kamera digital.

"Tersangka kemudian menggadaikan perhiasan emas korban berupa sepasang anting, sebuah gelang dan cincin ke kantor pegadaian sebesar Rp2,4 juta, sedangkan ponsel Blackberry dijual Rp550 ribu," katanya.

Menurut Elan, tersangka yang tidak mempunyai pekerjaan ditangkap oleh anggota Resmob saat sedang melayat ke rumah korban pada Kamis (25/10) sekitar pukul 11.00 WIB. Jasad Riska ditemukan oleh ibu kandungnya sepulang kerja pada Rabu (24/10), sekitar pukul 18.40 WIB.

"Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka diketahui merupakan pelaku tunggal pembunuhan dan dijerat dengan Pasal 338 dan 365 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan dan atau pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan orang meninggal dunia," ujarnya.

Tersangka sempat berusaha melarikan diri dari kawalan petugas saat diminta menunjukkan sejumlah barang bukti. Alhasil, aparat terpaksa melumpuhkan aksinya itu dengan melepaskan tembakan ke kaki kanan pelaku.

Saat ditemukan, di tubuh Riska ditemukan sejumlah luka bekas tanda-tanda kekerasan. Antara lain, luka lecet di bagian dagu sepanjang empat sentimeter, bibir bawah sobek dua cm, lengan kiri tergores lima cm, pergelangan tangan bengkak, mata sebelah kanan terdapat gumpalan darah, pada leher terdapat bekas cekikan, serta banyak bercak darah beku.

Penulis: