Ketua DPRD Jawa Tengah Murdoko
Terdakwa Murdoko berkilah uang sebesar Rp4,750 miliar itu telah dikembalikan ke kas Kabupaten Kendal oleh terpidana Hendy Budoro.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah Murdoko, yang juga terdakwa kasus korupsi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kendal, membantah ikut menikmati uang kas Kabupaten Kendal senilai Rp4,750 miliar.
 
"Saya tidak pernah menikmati dan atau memanfaatkan dan atau menggunakan uang Rp4,750 miliar sebagaimana dikatakan Penuntut Umum (PU) sebagai kerugian negara," kata Murdoko, saat membacakan pledoi (nota pembelaan) pribadi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (29/10).
 
Menurut Murdoko, uang sebesar Rp4,750 miliar tersebut telah dikembalikan ke kas Kabupaten Kendal oleh terpidana Hendy Budoro, pada 22 Maret 2012 sebesar Rp3,8 miliar dan 24 Maret 2012 sebesar Rp 950 juta. Ditambahkan terdakwa, pelunasan oleh Hendy tersebut di luar uang pengganti yang dibebankan kepada eks Bupati Kendal tersebut.
 
Lebih lanjut Murdoko mengatakan sudah mengembalikan uang Rp3 miliar yang berasal dari Warsa Susilo ke Hendy Budoro. Sebab, ternyata milik Hendy.
 
"Saya sebagai anggota DPRD Kota Semarang tidak pernah punya niat untuk mencampuri atau campur tangan terhadap kas daerah Kabupaten Kendal.  Sekalipun, Hendy selaku Bupati Kendal adalah kakak kandung saya. Dengan kata lain, saya tidak pernah memanfaatkan hubungan kakak-adik," papar Murdoko.
 
Murdoko mengaku uang Rp3 miliar yang diterimanya dari Warsa  Susilo diduganya terkait dengan pengaadan pertandingan tinju. Di mana, dia bertindak sebagai sponsor pertandingan tinju tersebut.
 
Sebaliknya, Murdoko menduga ada dendam politis yang menyebabkan dirinya duduk sebagai pesakitan di persidangan. "Penanganan perkara ini lebih berupa pesanan atau titipan dari pihak  lain yang sampai sekarang saya tidak berkeinginan untuk menelusuri," ungkap terdakwa.
 
Seperti diketahui, Murdoko dituntut dengan pidana penjara selama tujuh tahun dan enam bulan penjara. Serta, pidana denda Rp 250 juta subsider  lima bulan kurungan. Sebab, dinyatakan terbukti menerima uang Rp4,750  miliar yang berasal dari kas daerah Pemkab Kendal.
 
Dalam pertimbangannya, jaksa menyatakan bahwa terdakwa  Murdoko menerima uang Rp3 miliar yang ditransfer dari Warsa Susilo  selaku Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) periode 2002-2006. Dan ditempatkan di rekening BNI'46 cabang Karang Ayu, Semarang pada tanggal 19 Mei 2003.

Penulis: