Ilustrasi penjara
Meski para tahanan sempat mengamuk, tapi kini kondisi Rutan tanjung Redeb, Kaltim, sudah aman.

Hanya karena diajak untuk kerja bakti, warga binaan di Rumah Tahanan Tanjung Redeb, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (10/11) lalu, sekitar pukul 12.00 WITA, mengamuk.  

Mereka keluar dari blok dan merubuhkan pagar yang berada di antara blok dan lapangan utama Rutan. 

Kepala Rutan Tanjung Redeb, Ronald Heru Praptama, Minggu (11/11), mengungkapkan bahwa keributan itu berawal dari penolakan kerja bakti oleh warga binaan.

"Syukur Alhamdulillah kondisinya saat ini sudah aman. Saya juga telah melakukan pertemuan dengan 16 perwakilan warga binaan, terkait masalah tersebut," tuturnya.

Kapolres Berau, AKBP Endro Prasetyo saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, membenarkan adanya kerusuhan di dalam Rutan.  

Setelah mendapat laporan dari personilnya, Kapolres mencoba menghubungi Kepala Rutan untuk berkoordinasi. Dari hasil koordinasi itu, pihaknya mengirimkan personil untuk 
membantu pengamanan. 

Namun, kehadiran anggota polisi ke rutan itu justru membuat warga binaan tambah marah. Untuk menghindari kondisi semakin memanas, sejumlah polisi kembali keluar dan berjaga-jaga di halaman Rutan, untuk mengantisipasi penghuni Rutan yang mencoba melarikan diri. 
 
Selain polisi, jajaran Kodim 0902/Tanjung Redeb juga berdatangan ke Rutan Tanjung Redeb. Namun mereka tidak masuk ke dalam Rutan, tetapi hanya berjaga-jaga di halaman dan keliling Rutan. 

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya upaya tahanan yang mencoba melarikan diri, memanjat dinding pembatas. Berselang setengah jam kemudian, satu pleton jajaran Polres Berau dari beberapa satuan juga tiba di lokasi. Bahkan, beberapa polisi di antaranya terlihat membawa senjata dan pentungan.

Setelah situasi normal, sekitar pukul 16.00 WITA, pasukan Polres Berau dan yang berjumlah lebih dari 70 orang, ditarik kembali ke Mapolres Berau.

Penulis: