Ilustrasi pengrebekan Densus 88.
Sekitar 50 penghuni Pondok Darul Akhfiya di Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (13/11) dini hari, dibawa ke Markas Polres Nganjuk, karena diduga terlibat jaringan teroris.

Koresponden Antara di Nganjuk melaporkan, puluhan polisi dengan membawa senjata lengkap mendatangi pondok yang jaraknya tidak begitu jauh dari jalan raya utama, yang menghubungkan Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Jawa Tengah tersebut.

Polisi membawa 50 santri ke markas kepolisian, termasuk pengasuh pondok yang diketahui bernama Nasiruddin Ahmad alias Landung Tri Bawono, 34, asal Sukoharjo, Solo.

Awalnya, petugas membawa mereka ke Markas Polsek Kertosono, Kabupaten Nganjuk, tapi kemudian mereka dievakuasi ke Polres Nganjuk. Mereka dibawa dengan menggunakan bus untuk diangkut ke Polres Nganjuk.

Sejumlah tetangga mengaku mencurigai aktivitas di pondok tersebut. Mereka sering terlihat melakukan latihan bela diri, bahkan kegiatan itu dilakukan pada malam hari.

"Mereka sering latihan bela diri, bahkan mereka mempunyai lapangan mirip untuk latihan militer di belakang pondok. Kami curiga, mereka adalah jaringan teroris," kata Maryono, salah seorang tetangga.

Ia juga menyebut, rata-rata usia santri yang ada di pondok yang lebih dari satu tahun berdiri itu masih belasan tahun, masih pelajar setingkat SMP atau SMA yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Banyuwangi, Pasuruan, Ambon, dan daerah lainnya.

Sementara itu, Nasirudin membantah tudingan jika ia terlibat jaringan terorisme. Selama ini, ia mengajarkan kegiatan pengajian saja.

"Kami tidak mengajarkan gerakan terorisme, namun hanya ilmu agama seperti pesantren umumnya. Selain itu, kami juga mengajarkan ilmu beladiri," ujar Nasirudin.

Sementara itu, polisi sampai saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan tidak membolehkan warga maupun jurnalis untuk mendekati lokasi kejadian.

Namun, dari sejumlah informasi yang didapat, polisi mendapati buku-buku tentang jihad yang banyak ditemukan di pondok tersebut. Polisi juga mendapati sejumlah senapan angin di tempat tersebut.

Sampai saat ini, belum ada yang bisa dikonfirmasi dari petugas kepolisian setempat. Mereka masih tutup mulut tentang dugaan jaringan teroris yang ada di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk tersebut.


Penulis:

Sumber:Antara