Ilustrasi: Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, dengan latar belakang Masjid Al Azhar.
Semua calon mahasiswa tersebut masing-masing menanggung biaya sendiri tanpa beasiswa.

Sebanyak 427 dari 2.800 calon mahasiswa Indonesia tersaring untuk melanjutkan kuliah di Universitas Al Azhar di Mesir.

"Dalam tahun akademik 2012/2013, tercatat 427 calon mahasiswa Indonesia belajar di Mesir setelah mereka lulus tes di Jakarta dari 2.800 orang calon," kata Atase Pendidikan KBRI Kairo, Prof Dr Sangidu, hari ini.

Para calon mahasiswa dari berbagai pesantren di Indonesia itu lulus tes di Jakarta yang dilakukan langsung oleh tim dosen dari Universitas Mesir bekerja sama dengan Kementerian Agama Indonesia.

Tes pertama diadakan oleh Ikatan Alumni Al Azhar Internasional Cabang Indonesia yang diketuai Prof Dr Quraish Shihab di berbagai provinsi, dan tes kedua di Jakarta.

"Tes pertama terjaring 600 orang, dan tes kedua meloloskan 427 orang, dan semuanya telah tiba di Mesir," katanya.

Selain itu terdapat pula 14 calon mahasiswa untuk kuliah di fakultas kedokteran di Universitas Kairo dan Universitas Ain Shams.

Semua calon mahasiswa tersebut masing-masing menanggung biaya sendiri tanpa beasiswa.

Tahun ini, Universitas Al Azhar hanya memberikan beasiswa 20 orang dari Indonesia, dibanding tahun-tahun sebelumnya dijatahkan 103 beasiswa untuk Indonesia.

"Berkurangnya beasiswa Al Azhar dari 103 setiap tahun menjadi 20 orang itu dapat dimaklumi karena ekonomi Mesir sedang menurun pasca revolusi," kata Sangidu, merujuk pada revolusi 25 Januari 2011 yang menumbangkan rezim Presiden Hosni Mubarak.

Penulis:

Sumber:Antara