Kader PDI-P sudah layak untuk memperebutkan posisi gubernur.
Proses pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali yang akan berlangsung 2013 mendatang. Menariknya Gubernur Bali saat ini I Made Mangku Pastika takkan lagi didukung PDI Perjuangan.
Padahal pada pilgub sebelumnya Mangku Pastika berhasil menduduki jabatan nomor satu di Pulau Dewata berkat dukungan dari kader PDIP.
Mangku Pastika kabarnya saat ini sudah merapat ke Partai Demokrat. Sedangkan satu partai lagi yakni Partai Golkar sikapnya belum jelas apakah akan bergabung ke PDIP atau mendukung calon dari Demokrat.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Bali Anak Agung Oka Ratmadi SH yang dikonfirmasi, Jumat (22/11), terkait Pilgub dengan tegas mengatakan pihaknya lebih mengutamakan kader internal untuk diusulkan menjadi calon Gubernur.
Alasannya, selain karena aspirasi dan dukungan dari kader juga sesuai harapan dan sinyal yang diberikan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Sesuai mekanisme partai, Ketua Umum Megawati punya hak preogratif menentukan siapa yang akan mendapat rekomendasi. Sampai dengan hari ini rekomendasi dari DPP terkait Cagub Bali memang belum turun," ujar Oka Rratmadi yang akrab dipanggil Cok Ratmadi.
Ratmadi yang juga Ketua DPRD Pemprov Bali ini mengatakan, meski Mega punya hak prerogatif, namun masukan dari DPD tentu tetap disampaikan kepada Megawati sebelum diputuskan.
“Masukan saya kepada Ibu Mega dalam Pilgub Bali mengutamakan kader dapat rekomendasi. Alasannya, kader PDIP sudah layak untuk berebut posisi gubernur,” ujarnya.
Saat ditanya kenapa PDIP Bali tidak lagi mengusulkan Made Mangku Pastika yang sekarang menjabat Gubernur untuk bisa dicalonkan lagi dalam Pilgub mendatang, Cok Ratmadi menjawab bahwa Mangku Pastika bukanlah kader tetapi hanya simpatisan.
Sementara itu selama ini Ibu Mega menyampaikan secara terbuka kalau mereka yang dicalonkan dari luar kader begitu jadi lupa kepada partainya seperti kacang yang lupa pada kulitnya.
“Kami tentu sudah mempertimbangkan baik buruknya. Kami juga sependapat dengan Ibu Mega, kalau kader yang diutamakan karena kalau kader partai pasti mereka akan setia kepada partai,” katanya seraya mengatakan mengenai kader siap yang pantas Mega pasti sudah mengantongi namanya.
Ratmadi mengatakan, sebagai partai pemenang di Bali sudah saatnya mengeluarkan jagonya untuk bersaing dalam Plgub Bali dan itu sudah terbukti.
Dari sembilan kabupaten dan kota di Bali dalam pemilihan kepala daerah, hanya dua kabupaten yakni Karangasem dan Badung, yang kepala daerahnya bukan dari PDIP.
“Melihat kondisi tersebut, kami jajaran partai optimis memenangkan pertarungan dalam Pilgub mendatang,” tegasnya.
Ditanya apakah tidak khawatir karena Mangku Pastika diambil Demokrat dan bersaing dengan calon dari PDIP dalam pilgub Bali, secara terang-terangan Ratmadi mengaku bahwa pihaknya tidak ada mengkhawatirkan hal itu.
Sebab, Mangku Pastika saat memenangkan Pilgub sebelumnya tidak bisa terlepas dari dukungan dari PDIP karena satu paket dengan Anak Agung Puspayoga.
“PDIP di Bali masih dicintai masyarakat Bali, siapapun yang diusung partai, apalagi kadernya mumpuni dan layak, kemungkinan untuk menang terbuka lebar,” paparnya.
Proses pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali yang akan berlangsung 2013 mendatang. Menariknya Gubernur Bali saat ini I Made Mangku Pastika takkan lagi didukung PDI Perjuangan.
Padahal pada pilgub sebelumnya Mangku Pastika berhasil menduduki jabatan nomor satu di Pulau Dewata berkat dukungan dari kader PDIP.
Mangku Pastika kabarnya saat ini sudah merapat ke Partai Demokrat. Sedangkan satu partai lagi yakni Partai Golkar sikapnya belum jelas apakah akan bergabung ke PDIP atau mendukung calon dari Demokrat.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Bali Anak Agung Oka Ratmadi SH yang dikonfirmasi, Jumat (22/11), terkait Pilgub dengan tegas mengatakan pihaknya lebih mengutamakan kader internal untuk diusulkan menjadi calon Gubernur.
Alasannya, selain karena aspirasi dan dukungan dari kader juga sesuai harapan dan sinyal yang diberikan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Sesuai mekanisme partai, Ketua Umum Megawati punya hak preogratif menentukan siapa yang akan mendapat rekomendasi. Sampai dengan hari ini rekomendasi dari DPP terkait Cagub Bali memang belum turun," ujar Oka Rratmadi yang akrab dipanggil Cok Ratmadi.
Ratmadi yang juga Ketua DPRD Pemprov Bali ini mengatakan, meski Mega punya hak prerogatif, namun masukan dari DPD tentu tetap disampaikan kepada Megawati sebelum diputuskan.
“Masukan saya kepada Ibu Mega dalam Pilgub Bali mengutamakan kader dapat rekomendasi. Alasannya, kader PDIP sudah layak untuk berebut posisi gubernur,” ujarnya.
Saat ditanya kenapa PDIP Bali tidak lagi mengusulkan Made Mangku Pastika yang sekarang menjabat Gubernur untuk bisa dicalonkan lagi dalam Pilgub mendatang, Cok Ratmadi menjawab bahwa Mangku Pastika bukanlah kader tetapi hanya simpatisan.
Sementara itu selama ini Ibu Mega menyampaikan secara terbuka kalau mereka yang dicalonkan dari luar kader begitu jadi lupa kepada partainya seperti kacang yang lupa pada kulitnya.
“Kami tentu sudah mempertimbangkan baik buruknya. Kami juga sependapat dengan Ibu Mega, kalau kader yang diutamakan karena kalau kader partai pasti mereka akan setia kepada partai,” katanya seraya mengatakan mengenai kader siap yang pantas Mega pasti sudah mengantongi namanya.
Ratmadi mengatakan, sebagai partai pemenang di Bali sudah saatnya mengeluarkan jagonya untuk bersaing dalam Plgub Bali dan itu sudah terbukti.
Dari sembilan kabupaten dan kota di Bali dalam pemilihan kepala daerah, hanya dua kabupaten yakni Karangasem dan Badung, yang kepala daerahnya bukan dari PDIP.
“Melihat kondisi tersebut, kami jajaran partai optimis memenangkan pertarungan dalam Pilgub mendatang,” tegasnya.
Ditanya apakah tidak khawatir karena Mangku Pastika diambil Demokrat dan bersaing dengan calon dari PDIP dalam pilgub Bali, secara terang-terangan Ratmadi mengaku bahwa pihaknya tidak ada mengkhawatirkan hal itu.
Sebab, Mangku Pastika saat memenangkan Pilgub sebelumnya tidak bisa terlepas dari dukungan dari PDIP karena satu paket dengan Anak Agung Puspayoga.
“PDIP di Bali masih dicintai masyarakat Bali, siapapun yang diusung partai, apalagi kadernya mumpuni dan layak, kemungkinan untuk menang terbuka lebar,” paparnya.
Penulis:









