Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB, Anas Miftah Fauzi saat menanam batu pertama berdirinya Pusat Informasi Kehutanan IPB di Kampus, Dramaga, Bogor, Rabu (28/11). (beritasatu.com/Firdha Novialita)
Diharapkan bisa memperkaya informasi, khususnya tentang ekosistem tumbuh-tumbuhan.

Mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB menyambut positif adanya pusat informasi untuk menunjang pengetahuan di bidang kehutanan.

"Saya pribadi menyambut gembira pembangunan pusat informasi kehutanan ini, dan ini merupakan bentuk kerja sama yang baik untuk menunjang pengetahuan mahasiswa maupun kegiatan akademis lainnya," kata Rumondang Uli Septiana, 20, salah seorang mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB, kepada Beritasatu.com, di Kampus Dramaga, Bogor, hari ini.

Menurut Rumondang, keberadaan Pusat Informasi Kehutanan ini diharapkan dapat memperkaya informasi, khususnya mengenai ekosistem tumbuh-tumbuhan.
"Misalkan untuk tahu, bagaimana sih melestarikan ekosistem gambut secara berkesinambungan," kata Elizabeth Rouli Simangunsong, 20, mahasiswa lainnya.

Sependapat dengan kedua rekannya, Rizki Adha Juniardi, 20, juga mengaku antusias dengan adanya bantuan dari Yayasan Tanoto Foundation yang mendirikan pusat informasi ini. "Tentunya bisa memperluas jaringan mahasiswa dalam bidang kehutanan," kata Rizki.

Untuk diketahui, pembangunan Pusat Informasi Kehutanan IPB oleh Tanoto Foundation ini menjadi penguatan dari kerja sama lain yang sudah ada sebelumnya dalam bidang pendidikan. Sebagai yayasan swasta yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah B Tanoto, dikatakan oleh Sihol Aritonang, yayasan ini mempunyai visi untuk menjadi pusat unggulan dalam penanggulangan kemiskinan.

"Mereka percaya kalau mahasiswa dikasih pendidikan yang berkualitas, mereka akan lebih diberdayakan, dan mereka (mahasiswa) akan mampu mengangkat dirinya dari kemiskinan dan juga mengangkat orang lain," kata Sihol selaku Ketua Pengurus Tanoto Foundation, saat acara penandatanganan kerja sama dan peletakan batu pertama di Pusat Informasi Kehutanan IPB, hari ini.

Lebih jauh, Sihol pun sengaja mengutip pesan yang selalu diucapkan oleh pendiri yayasan itu kepada para pekerja dan mitra kerjanya. "Ketika seseorang berhenti belajar, pikirannya seperti terkena kanker. Intinya, jangan berhenti belajar," katanya.

Dekan Fakultas Kehutanan yang juga adalah guru besar IPB Prof Bambang Hero Saharjo berharap agar kerja sama seperti ini bisa menjadi simbol kebersamaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang berkelanjutan.
"Semoga apa yang kita laksanakan hari ini bermanfaat bagi masyarakat, khususnya IPB," ujar Bambang.

Penulis: