Ilustrasi persembunyian OPM
Dari info yang diperoleh oleh wartawan, dalam kontak tembak tersebut menyebabkan seorang warga sipil tewas.

Pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) Lany Jaya, Purom Wenda, mengaku telah  melakukan kontak senjata dengan aparat sekitar satu jam hari ini.

"Ya tadi kami baru baku  tembak dengan keamanan," ujar Purum Wenda kepada wartawan via telepon, Senin (3/12) pagi, pukul 9.45 WIT.

Purom Wenda mengaku dialah yang melakukan penyerangan dan penembakan di Polsek Pirime, Jalan Wijawaro Nomor 1, Kabupaten Lany Jaya. 

Penyerangan kepada polisi oleh sekitar 50-an anggota TPN-OPM pada Selasa (27/11) pagi menewaskan tiga aparat.

Mereka adalah Kapolsek Porime Rofli Takubessy ditemukan meninggal  di kamar. Ia dianiyaya lalu tangannya dipotong kemudian dibakar dalam Polsek.

Brigadir Satu Daniel Makuker ditembak dan ditemukan dalam kantor Polsek. Lalu Brigadir Jefri Rumkorem ditemukan di bawah tiang bendera yang  ditembaki. Dugaannya ia ditembak usai menaikkan bendera Merah Putih.

Kabid Humas Polda Papua, AKBP. I Gede Sumerta Jaya, saat dikonfirmasi oleh wartawan, mengaku mendengar ada kontak tembak.

"Saya telah mendengar hal itu, ini saya akan cek kesana,"ujarnya.

Dari info yang diperoleh oleh wartawan, dalam kontak tembak tersebut menyebabkan seorang warga sipil tewas.

Penulis: