Lumpur Lapindo di Sidoarjo
Selama 5-24 Desember dilakukan pembayaran bertahap. Pihak Lapindo  menyediakan dana Rp 250 miliar.

PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ)  melanjutkan pembayaran jual-beli aset warga di Area Peta Terdampak  semburan lumpur Sidoarjo Jawa Timur mulai Rabu (5/12).

Sekretaris Gabungan  Korban Lumpur Lapindo (GKLL), Khoirul Huda, menyatakan pembayaran  tersebut merupakan bukti pemenuhan komitmen keluarga besar Bakrie terhadap  warga.

Menurut Huda, pembayaran yang dimulai pada Rabu (5/12)  itu merupakan hasil pertemuan Perwakilan Warga Korban Lumpur Sidoarjo  dengan Nirwan D. Bakrie yang didampingi oleh Bupati Sidoarjo dan Wakil  DPRD Sidoarjo, serta Pansus Dampak Luapan Lumpur Sidoarjo di DPRD  Sidoarjo.

"Sekarang warga sudah bisa mencairkan uangnya di bank  BRI terdekat," kata Khoirul Huda dalam siaran persnya yang diterima di  Jakarta, Rabu (5/12) malam.

Dia menjelaskan saat ini terdapat  total berkas yang masih dalam proses pembayaran sebanyak 3.757 dari  total sebelumnya 13.237 berkas.

Selama 5-24 Desember  2012, akan dilakukan pembayaran secara bertahap. Pihak Lapindo  menyediakan dana Rp 250 miliar untuk pembayaran.

Dari  3.757 berkas tersisa, Lapindo akan melunasi sebanyak 1.757 berkas.  Sementara sisanya, 2.000 berkas, akan mendapatkan pembayaran secara  bertahap dan akan dilunasi secepatnya pada 2013.

"Berdasarkan pantauan kami, mulai hari ini warga pun mengantri untuk menarik uang di BRI setempat," kata dia.

Misalnya,  adalah Chayumi yang didampingi suaminya, Mat Soleh, yang sudah  menyampaikan apresiasinya terhadap pihak Minarak Lapindo Jaya. Dari  keseluruhan asetnya yang benilai Rp 725 juta, dana yang sudah ia terima  mencapai 70 persen.

"Mereka telah menerima lebih dari 500 juta rupiah.  Dana tersebut setahu saya sudah dipergunakan untuk membangun rumah  baru," tutur dia.

Penulis: /FER