Bupati Garut, Jawa Barat, Aceng Fikri (www.garutkab.go.id)
Karena kasus ini adalah delik aduan, maka polisi akan berhenti mengusut bila Fany Oktora sudah resmi mencabut laporannya.

Mabes Polri masih akan memproses dugaan tindak pidana yang dilakukan Bupati Garut Aceng Fikri terkait pernikahan kilatnya dengan Fany Oktora terjadi di Garut, Jawa Barat.
 
"Sampai saat ini masih ditangani oleh Bareskrim berkaitan dengan laporan tersebut. Hari ini dilakukan pemeriksaan secara lengkap dan kita melakukan monitoring," kata Kabag Penum Polri Kombes Agus Rianto, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (6/12).
 
Hanya saja, karena kasus ini adalah delik aduan, maka polisi akan  berhenti mengusut kasus ini bilamana Fany sudah resmi mencabut laporannya yang dibuat pada Senin, 3 Desember itu.
 
"Tentunya apabila para pihak sepakat untuk tidak melanjutkan (laporannya), karena ini delik aduan, tentunya kita akan buat laporan  yang menyatakan agar kasus ini tidak perlu ditangani," lanjut Agus.
 
Aceng dan Fany sepakat berdamai dalam sebuah pertemuan yang digelar di Garut pada Rabu (5/12) malam. Masing-masing pihak menyatakan akan  mencabut laporannya ke polisi dan menyelesaikan permasalahan di luar jalur hukum.
 
Sebelumnya, kasus ini diproses oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Direktorat Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri. Beberapa pasal yang coba dijeratkan pada Aceng adalah terkait perbuatan pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan, dan dugaan penipuan yang masing-masing diatur dalam pasal 310, 335, dan 378 KUHP.
 
Seperti diberitakan, kasus Aceng berbuntut di kantor polisi. Bupati yang dulunya terpilih dari jalur independen itu dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Fany, istri yang dinikahinya secara siri dan diceraikan empat hari kemudian.

Penulis: