Ilustrasi Pilkada
Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat maupun Provinsi Bengkulu meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu tidak menunda pemilu kada putaran kedua pada Februari 2013.

Mereka meminta pemilu kada puturan kedua harus digelar sesuai jadwal yang sudah ditetap KPU Bengkulu pada Sabtu (22/12).
 
"Kami minta Pemkot dan KPU Kota Bengkulu harus menggelar pemilu kada putaran  kedua pada 22 Desember. Jika Pemilu Kada Bengkulu putaran kedua ditunda  sampai Februari 2013, anggota KPU Kota Bengkulu akan dikenakan  sanksi tegas oleh KPU pusat," kata anggota KPU Provinsi  Bengkulu, Okti Fitriani di Bengkulu, Selasa (11/12).
 
Ia mengatakan, pihaknya secara lisan sudah berkonsultasi dengan KPU pusat terkait ada wacana pemilu kada Bengkulu putaran kedua akan ditunda dari jadwal semula 22 Desember 2012 menjadi Februari 2013.

"KPU pusat dengan tegas mengatakan pemilu kada tidak boleh ditunda dan  tetap digelar sesuai jadwal yang ditetapkan KPU Kota Bengkulu," ujar  Okti mengutif salah seorang komisioner KPU pusat.
 
Jika KPU Kota Bengkulu menunda pemilu kada putaran kedua pada Februari 2013, pihaknya akan menjatuhkan sanksi kepada KPU setempat.
 
Terkait kekurangan dana pengamanan dan pengawasan sekitar Rp1,5 miliar,  Okti mengatakan, Pemkot dan DPRD Kota Bengkulu harus segera mencarikan  solusi untuk menutupi kekurangan dana pemilu kada dalam waktu dekat bukan  mencari celah agar pemilu kada diundur sampai Februari 2013.
 
Adapun tugas pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bengkulu sesuai instruksi Mendagri mempersiapkan dan melaksanakan pemilu kada putaran kedua sesuai jadwal dan mempersiapkan APBD Kota Bengkulu 2013.

"Jadi, kekurangan dana pemilu kada  menjadi tanggung jawab Plt Kota Bengkulu bukan meminta pemilu kada diundur sampai Februari 2013," tutur Okti.
 
Sementara itu, Ketua KPU Kota Bengkulu, Salahudin Yahya mengatakan,  kepastian pemilu kada putaran kedua bergantung hasil konsultasi pihaknya ke  KPU pusat. "Jika KPU Pusat meminta digelar 22 Desember, kami siap  melaksanakannya," katanya.
 
Karena itu, meski kekurangan dana sebesar Rp1,5 miliar untuk  membiayai pemilu kada putaran kedua, Salahudin menyatakan tetap melaksanakan  sesuai jadwal 22 Desember mendatang.
 


Suara Pembaruan

Penulis:

Sumber:Suara Pembaruan