Wakil Walikota Magelang Joko Prasetyo
Wawancara Khusus dengan Wakil Walikota Magelang Joko Prasetyo tentang kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan pada istrinya, Siti Rubaida.

Wakil Walikota Magelang Joko Prasetyo sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh oleh Kepolisian Resort Kota Magelang.  Menurut Wakapolres Magelang,  Komisaris Budiharto, penetapan status tersangka tersebut dilakukan penyidik telah memeriksa enam orang saksi dan mendapatkan barang bukti berupa visum korban. Joko dijerat dengan Pasal 44 ayat 1 dan 4 UU No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Berikut ini petikan wawancara khusus Beritasatu.com dengan Wakil Walikota Magelang Joko Prasetyo.

Bagaimana kasus yang menimpa Anda, Sabtu nanti kata Polisi Anda akan diperiksa?
Sebagai warga negara yang baik, saya akan menghormati supremasi hukum.

Sudah menerima surat panggilan dari Polisi?
Surat panggilan itu masih di tempat Pak Walikota belum ke tempat saya. Kalau sudah sampai di tempat saya, ya saya akan datang. Apalagi pertanyaannya.

Sekjen DPP PDIP menyatakan kasus yang menimpa Anda bisa berujung pemecatan?
Jangan menjustifikasi dan berandai-andai dengan kasus ini. Rabu kemarin, saya sudah menghadap ke DPD PDIP Jawa Tengah.  Janganlah menghakimi saya.

Apa hasil menghadap ke DPD PDIP Jawa Tengah?
Jangan tanya ke saya, tanyakan ke DPD Jawa Tengah. Apalagi pertanyaannya

Apa sikap DPC Perjuangan Magelang sendiri dalam kasus ini?
Saya ini bukan pengurus DPC PDIP. Saya cuma kader, tanyakan saja ke DPC.

Sebenarnya apa yang terjadi Antara Anda dan Siti Rubaidah itu, sehingga polisi menetapkan Anda sebagai tersangka kasus KDRT?  
Yang melapor ke Polisi kan Siti Rubaidah, bukan saya. Tanyakan ke dia mengapa dia bawa kasus ini ke publik, ke polisi segala.  Saya kan tidak mau membawa kasus ini ke publik.

Apakah benar telah terjadi perselingkuhan dan tindak kekerasan yang Anda lakukan kepada istri sendiri, Siti Rubaidah?
Apakah itu terjadi atau tidak saya akan jelaskan di kantor polisi. Saya enggak mau kasus ini menjadi konsumsi publik.

Kasus ini sudah diketahui publik..
Kalau sampai ke publik, tanyalah sama Siti Rubaidah jangan tanya ke saya.

Penulis: /MLM