Ilustrasi kapal tenggelam
Dua ABK lainnya sudah ditemukan kapal nelayan terapung-apung di tengah lautan, Selasa (1/1) malam, dalam kondisi yang sangat memprihatinkan

Sebanyak 10 anak buah kapal (ABK) dari Kapal Mesin (KM) Landing Craft Tank (LCT) Lestari Abadi- 01 yang mengangkut alat-alat berat dari Kalimantan menuju Jakarta, yang dilaporkan tenggelam di Perairan Masalembu, Sumenep Kepulauan, sejak Jumat (27/12) yang lalu, hingga saat ini belum berhasil diketahui nasibnya.

Sedangkan dua ABK lainnya sudah ditemukan kapal nelayan terapung-apung di tengah lautan, Selasa (1/1) malam, dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Camat Masalembu, Wahyu Kurniawan Abadi, yang dihubungi Jumat (4/1) dini hari tadi menjelaskan, kedua ABK selamat itu bernama Erlapadang dan Rizal, keduanya berasal dari Sulawesi Selatan.

Menurut keterangan mereka, KM LCT Lestari Abadi itu diawaki 12 ABK dan mengangkut peralatan berat dari Kalimantan menuju Jakarta. Namun karena gelombang dan angin besar, kapal itu terbawa arus hingga memasuki wilayah perairan Masalembu.

“Karena muatan kapal yang berat, kapal kemudian tenggelam di Perairan Laut Jawa dekat Masalembu. Dua ABK selamat, namun 10 lainnya hilang,” ujar Wahyu Kurniawan Abadi.

Ia mengungkapkan, kedua ABK yang selamat ditemukan nelayan itu kondisinya sangat memprihatinkan, sehingga masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Masalembu.

“Bahkan, satu ABK yang ditemukan nelayan sudah dalam keadaan pingsan, dan satunya shock karena sudah sepekan bertahan hidup di atas papan jirigen dan papan yang mengapung,” ujarnya.

Sementara itu Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko, yang dikonfirmasi terpisah membenarkan hal tersebut.

Dua orang anggota Polsek Masalembu bersama nelayan setempat sudah berupaya melakukan penyisiran di sekitar lokasi ditemukannya dua ABK tersebut sejak Rabu (2/1) pagi dan sampai Kamis kemarin.

“Rencananya, sesudah salat Jumat, anggota Polsek dan nelayan setempat melakukan pencarian lagi jika cuacanya memungkinkan,” ujarnya sambil menambahkan, posisi tenggelamnya kapal itu sendiri juga belum diketahui.

“Kedua ABK yang selamat dan kini dalam perawatan di Puskesmas Masalembu masih belum bisa dimintai keterangan, karena kondisi kesehatannya masih belum memungkinkan,” tandas AKBP Marjoko.


Penulis: /FEB