Wakil Jaksa Agung Darmono
Mahkamah Agung (MA) menghukum eks Manajer Pajak Asian Agri Suwir Laut pidana dua tahun dengan masa percobaan selama tiga tahun. Dalam putusan kasasi itu, Asian Agri group dikenakan sanksi berupa denda sebesar Rp2,5 triliun.

Wakil Jaksa Agung Darmono mengatakan, Kejaksaan akan melakukan penyitaan aset milik PT Asian Agri jika perusahaan itu tidak sanggup membayar denda tersebut.

"Kami akan melakukan penagihan. Kalau tidak bisa (membayar) dilakukan upaya penyitaan," kata Darmono di Jakarta, Jumat (04/01).

Menurut  Darmono upaya penagihan akan dilakukan setelah Kejaksaan mendapatkan salinan putusan kasasi Suwir Laut. Namun hingga kini putusan itu belum diterima oleh Kejaksaan.

"Kami masih menunggu salinan putusan,"  katanya. 

Kasus dugaan penggelapan pajak perkebunan kelapa sawit milik Sukanto Tanoto ini diungkap oleh Vincentius Amin Sutanto selaku eks Group Financial Controller Asian Agri. Vincentius divonis 11 tahun  penjara karena dinilai terbukti bersalah melakukan pencucian uang.

Namun nasib berbeda dialami Suwir Laut yang divonis bebas oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam perkara ini, jaksa menuntut Suwir 3 tahun penjara dan denda Rp5 miliar karena dinilai terbukti  menggelapkan pajak dengan membuat laporan tidak benar tentang Pajak Tahunan (SPT) Asian Agri untuk tahun pajak 2002 hingga 2005.


Penulis: