Budiman Sudjatmiko: Stop Dramatisir Tahun Politik

Budiman Sudjatmiko: Stop Dramatisir Tahun Politik
Budiman Sudjatmiko. FOTO: ANTARA
Sabtu, 5 Januari 2013 | 11:44 WIB
Yang harus kita kritisi ketika tahun politik, kekuasaan ditampilkan dengan tidak substantif misal blusukan.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko menilai tahun 2013 yang diklaim sebagian orang sebagai tahun politik tak perlu didramatisir.

Menurut anggota Komisi II ini, sebagai politikus maka setiap tahun seharusnya menjadi tahun pemberdayaan politik. Namun diakuinya, tahun 2014 jelang Pemilu memang akan menjadi tahun kekuasaan politik.
 
"Tahun 2013 aksentuasi politik kekuasaan, tapi setiap hari adalah politik dan sebagai politisi enggak mungkin saya hanya berpikir  politik (hanya di) tahun 2013. Bahaya itu," kata Budiman dalam diskusi bertajuk  "Tahun Berburu Politik" di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (5/1).
 
"(Kekuasaan politik) salahkah itu, enggak salah, persoalan sejak zaman Romawi juga begitu, orang memilih kafilah setelah Nabi Muhammad juga sudah terjadi artinya kita tidak enggak usah mendramatisir itu,"  lanjutnya.
 
Dalam hal politik, politikus oposisi ini berpendapat, kekuasaan memang harus dikejar. Namun setelah mendapatkan kekuasaan tersebut, harus melakukan penataan sekaligus mewujudkan visi dan misi.
 
Meski demikian, menurut  Budiman, dalam tahun kekuasaan politik ada hal yang harus dikritisi yakni hal yang dianggap tidak substansial.
 
"Yang harus kita kritisi ketika tahun politik, kekuasaan ditampilkan dengan tidak substantif misal blusukan atau tidak blusukan," ujarnya.
 
Blusukan merupakan istilah mengunjungi warga akar rumput atau turun ke lapangan yang populer saat kampanye Gubernur Jokowi. Aksi serupa mulai kemarin (4/2) dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
 
"Esensi politik ini kekuasaan pada 2014 akan jatuh bukan ke tangan siapa tapi ke tangan pemimpin dengan visi apa, itu dulu," tutupnya.


CLOSE