Ilustrasi.
Larangan perempuan untuk mengangkang saat berboncengan seharusnya tak menjadi polemik.

Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, meminta agar Surat Edaran Walikota di Lhokseumawe, Aceh, tentang larangan perempuan mengangkang saat berboncengan sepeda motor, seharusnya tak dipolemikkan.

"Saya kira, saya tidak mau menanggapi hal-hal kecil. Tapi yang jelas menurut saya, itu tidak ada tali-temalinya dengan agama," kata Din di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/1).

Din melanjutkan bahwa larangan atau dalam bentuk perintah itu tidak terkait dengan agama. Menurutnya, aturan itu lebih hanya bersifat adat istiadat.

"Saya tidak tahu persis apa latar belakangnya (rancangan) Perda itu dibuat," ujarnya.

Hanya saja, Din menekankan bahwa semua pihak harusnya mempertimbangkan fenomena kehidupan modern saat ini yang mengalami perubahan. Di mana antara sesuatu yang etis dan yang tidak etis, sebagian sudah tidak mudah lagi dikenali.

"Misalnya, apakah perempuan kalau membonceng motor dengan mengangkang atau tidak, itu mana yang lebih baik. Oleh karena itu, hal-hal semacam itu tidak usah dibesar-besarkan," tukasnya.

Din juga mengingatkan agar pemda-pemda lainnya sebaiknya mengkaji terlebih dahulu, sebelum membuat Perda sejenis "aturan mengangkang" itu, agar menghindarkan diri dari resistensi.

"Jadi, kita harus menghindari kegaduhan," kata Din. "Belum tentu yang tidak mengangkang itu lebih agamis, dan yang mengangkang itu tidak agamis," sambungnya.

Seperti diketahui, Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, telah menandatangani surat edaran yang melarang perempuan mengangkang saat dibonceng sepeda motor. Setelah tiga bulan dan bila berdampak positif, maka surat edaran itu akan dijadikan Peraturan Daerah (Perda).

Surat bernomor 002/2013 tertanggal 2 Januari 2013 ini, ditandatangani Wali Kota Suaidi Yahya, Ketua DPRK Saifuddin Yunus, Ketua MPU Tengku Asnawi Abdullah, serta Ketua MAA Tengku Usman Budiman.

Sebagai langkah sosialiasi, Pemkot Lhokseumawe mulai mengirimkan surat edaran ke seluruh kantor kepala desa yang ada di daerah itu. Sosialisasi juga akan ditempuh dengan memasang baliho serta spanduk.

Penulis: