Ilustrasi penyeberangan Ferry.
Transportasi Laut dan Udara di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terganggu akibat cuaca buruk hujan deras serta gelombang laut yang mencapai tujuh meter.

PT ASDP Ferry Indonesia (Persero) Cabang Kupang menutup semua pelayaran kapalnya untuk semua lintasan dari dan ke Pelabuhan Bolok Kupang.

Penutupan pelayaran itu berlangsung hingga kondisi perairan laut kembali normal atau dalam waktu yang tidak tentu. Hal tersebut disampaikan oleh Manajer Usaha PT ASDP Ferry  Indonesia Cabang Kupang, Annas, kepada wartawan di Kupang, Selasa (8/1).

Annas, mengatakan, sesuai prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa tinggi gelombang laut saat ini mencapai 5-7 meter di perairan NTT serta cuaca yang tidak menentu itu sehingga kita hentikan sementara semua lintasan pelayaran Ferri milik PT ASDP Ferry Indonesia.

"Sebab kondisi itu tidak aman bagi pelayaran di daerah ini. Kondisi itu terjadi di semua wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan semuanya berpotensi mencapai 5-7 meter. Oleh sebab itu, pelayaran ke semua lintasan baik dari Bolok, Kupang dan sebaliknya kita tutup," kata Annas.

Beberapa perairan yang cukup rawan antara lain, Selat  Rote, Laut Sawu, Laut Flores karena beberapa armada feri melewati perairan itu. Dengan pertimbangan keselamatan  serta  sesuai prakiraan cuaca dari BMKG, maka manajemen PT ASDP Ferry  Indonesia mengambil keputusan untuk menutup pelayaran di semua lintasan.

"Cuaca saat ini tidak bersahabat dan cukup ekstrem, terutama gelombang laut,  angin kencang dan hujan lebat itu. untuk pertimbangan keselamatan maka manajemen PT Ferry Indonesia mewaspadai kemungkinan-kemungkinan  buruk dalam pelayaran sehingga untuk sementara kita tutup," jelas Annas.

Penutupan pelayaran itu berlangsung sejak  Senin (7/1) sampai kondisi cuaca kembali normal. 

‚ÄúTahun  ini tinggi gelombang cukup tinggi, biasanya hanya mencapai 3 meter  tetapi tahun ini mencapai 7 meter. Untuk penyeberangan kalau  2 meter saja kita sudah susah. Apa lagi 5 - 7 meter," tambah Annas.

Saat ini  empat armada yang berlabuh di pelabuhan Ferry Bolok, yakni  KPM Ile Mandiri, Cucut, Rokatenda dan KMP Balibo dan KMP Uma Kalada  berlindung di Atapupu setelah berlayar dari Kalabahi ditimpah gelombang  dan angin kencang sehingga harus belok haluan  ke pelabuhan Atapupu kabupaten Belu. 

Ratusan  penumpang KMP Uma Kalada terpaksa meneruskan perjalanan ke Kupang  dengan menggunakan jalan darat dengan menumpang bus. Sedangkan  KMP Ile Ape yang hendak ke Kupang dari Waingapu akhirnya dibatalkan akibat cuaca buruk itu.

KMP  Balibo yang hendak ke Rote Ndao dan KMP Cucut yang hendak ke Waibalun,  Larantuka, akhirnya kembali ke Bolok. Kedua armada ini sudah berlayar  beberapa  jam dari Bolok, namun pertimbangan keselamatan akhirnya kembali pelabuhan ferry Bolok.
-

Penulis: