Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik (kiri) di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (23/7). Dalam pertemuan tersebut, Presiden menerima laporan KPU tentang persiapan penyelenggaraan Pemilu tahun 2014
Pelaksanaan kampanye sudah dapat dimulai sejak 11 Januari 2013 sampai 5 April 2014.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil Manik, mengajak partai politik (parpol) untuk mengedepankan edukasi politik dalam pelaksanaan kampanye.

Untuk memeroleh dukungan, parpol diharapkan mengedepankan kampanye dengan menawarkan visi, misi dan program.

"Mari kita kedepankan edukasi dalam pelaksanaan kampanye. Kami percaya, partai politik sudah makin dewasa. Apalagi para pengurus partai adalah putra-putri terbaik dan calon pemimpin bangsa," kata Husni, di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (11/1).

Menurut Husni, kampanye yang mengedepankan edukasi politik akan mengeliminir konflik dan tindak kekerasan.

Menurutnya pula, parpol perlu mendidik masyarakat untuk berpikir rasional dan obyektif dalam setiap pengambilan keputusan.

Kamis (10/1) kemarin, KPU menggelar rapat koordinasi dengan parpol peserta Pemilu 2014, untuk persiapan pelaksanaan kampanye.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk membangun pemahaman yang sama terhadap aturan kampanye, sehingga tidak terjadi polemik antara penyelenggara dan peserta di lapangan.

Husni juga berencana menggelar pertemuan rutin dengan parpol, untuk membahas persoalan yang muncul di lapangan dan mencari solusinya secara bersama.

"KPU, tidak akan melayani komplain yang bersifat pribadi. KPU hanya berhubungan dengan kelembagaan melalui penghubung yang sudah ditunjuk oleh parpol," kata dia.

Sementara, Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah menambahkan, pelaksanaan kampanye sudah dapat dimulai sejak 11 Januari 2013 sampai 5 April 2014.

Namun masih terbatas pada kampanye pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye, serta pemasangan alat peraga di tempat umum.

"Untuk iklan di media massa dan rapat umum, baru bisa dilakukan pada 16 Maret sampai 5 April 2014," tambah Ferry.

Pelaksanaan kampanye, lanjut Ferry, harus tetap mengacu pada prinsip efisien, ramah lingkungan, akuntabel, non-diskriminasi, serta tanpa kekerasan.

"Dalam pelaksanaan semua metode kampanye itu, partai politik harus mengutamakan pendidikan dan partisipasi politik masyarakat," pungkasnya.

Penulis: /WBP