Ribuan buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) berunjuk rasa di halaman Kantor Kemenakertrans di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (27/9). Mereka menuntut diantaranya dihapuskannya sistem "Outsourcing", menolak upah murah, jalankan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia serta revisi Permenaker Nomor 13 Tahun 2012. FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf/nz/12.
Kemenkes merekomendasikan iuran sebesar Rp22.200 per orang per bulan.

Pemerintah menetapkan jumlah Penerima Bantuan Iuran jaminan kesehatan sebanyak 86,4 juta jiwa.

"Pembicaraan mengenai PBI sebetulnya sudah selesai, dan kita sepakat untuk sementara  ini jumlah penerimanya 86,4 juta," ujar Wakil Menteri Kesehatan, Ali  Ghufron Mukti, dalam diskusi bulanan Pengurus Besar Ikatan Dokter  Indonesia, Senin (14/01)

Sebelumnya Kemenkes mengumumkan bahwa diperkirakan penerima bantuan iuran dana jaminan kesehatan akan mencapai  96,4 jiwa saat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial mulai diberlakukan 1 Januari 2014 mendatang.

Angka 96,4 juta jiwa tersebut didapat dari data Badan Pusat Statistik untuk 40 persen populasi dengan pendapatan terendah.

Namun  menurut Ghufron akhirnya pemerintah sepakat hanya 86,4 juta penduduk yang akan menjadi peserta PBI karena harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal negara.

Sementara itu jumlah iuran yang akan dibayarkan PBI sampai saat ini belum mencapai titik temu.

"Untuk  jumlah iuran kita belum tetapkan, tetapi harus cepat, karena PBI harus  segera masuk Anggaran Pendapatan Belanja Negara," tutur Ghufron.

Kemenkes merekomendasikan iuran sebesar Rp 22.200 per orang per bulan, tetapi jumlah tersebut masih diperdebatkan oleh sejumlah instansi.

"Karena kalau iuran tersebut dikalikan 86,4 juta maka uangnya akan jadi besar sekali," ungkapnya.

Ghufron berargumen bahwa menurut data BPS jumlah penduduk miskin di Indonesia sebenarnya tidak sampai 30 juta jiwa.

"Tetapi kami juga masukkan penduduk hampir miskin," tutupnya.

Penulis: /WBP