Ilustrasi penyitaan narkoba oleh kepolisian.
"Sepanjang tahun 2012, Bea Cukai Batam menggagalkan 16 kali penyelundupan narkotika dari Malaysia, sebagian besar melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre."

Pelabuhan Internasional Batam Centre di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, disinyalir rawan digunakan sebagai jalur utama penyelundupan narkoba jenis shabu terutama dari Malaysia.

"Sepanjang tahun 2012, Bea Cukai Batam menggagalkan 16 kali penyelundupan narkotika dari Malaysia, sebagian besar melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre," kata Kabid Penyidikan dan Penindakan (P2) Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (BC) Tipe B Batam, Kunto Prasti di Batam, Senin (14/1).

Ia mengatakan, dalam 16 kasus tersebut total narkoba yang berhasil digagalkan mencapai sekitar empat kilogram shabu dan jenis lainnya seperti ekstasi, ganja dan heroin.

"Bila dirupiahkan jumlah mencapai Rp8,5 miliar. Jumlah tersebut meningkat lima kasus dibanding penangkapan pada 2011 dengan 11 kasus," kata dia.

Ia mengatakan, berbagai cara dilakukan jaringan narkoba internasional untuk menyelundupkan barang haram tersebut ke Indonesia melalui Batam.

Beberapa pelaku yang tertangkap basah berupaya menyelundupkan narkoba merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia. Sebagian lain juga dibawa oleh warga Malaysia.

"Batam menjadi daerah transit sebelum narkoba tersebut dibawa ke daerah lain seperti Surabaya atau Jakarta untuk diedarkan," kata dia.

Kantor BC Batam, kata Kunto, akan terus memperketat pengawasan untuk menindak pelaku penyelundupan narkoba ke Batam.

"Narkoba sebagai hal yang diprioritaskan dalam hal pengawasan dan penindakan. Karena dampak peredarannya sudah sangat merusak," kata Kunto.

Selain di pelabuhan laut, kata dia, pengawasan ketat juga akan dilakukan di Bandara Internasional Hang Nadim yang juga memiliki rute penerbangan ke Malaysia.

Ia mengatakan, pada 2012 beberapa penumpang yang hendak ke luar dari Batam ke daerah lain juga kedapatan membawa narkoba. Setelah diselidiki asal barang tersebut dari Malaysia.

Kunto mengatakan, untuk mengawasi pelabuhan tidak resmi BC masih kekurangan petugas.

Penulis: