Ema, seorang asistesn rumah tangga yang kini berkuliah di salah satu akademi jurusan sekretaris
Dengan diterapkannya uang kuliah tunggal, sistem pembiayaan akan semakin praktis karena biaya yang ditentukan per jurusan tidak lagi ada rincian.

Biaya kuliah di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, mulai tahun akademik 2013/2014 bisa diangsur hingga lulus karena kampus itu akan menerapkan uang kuliah tunggal.

Pembantu Rektor II UB Prof Dr Warkum Sumitro, Selasa (15/1) mengemukakan dengan diterapkannya uang kuliah tunggal, sistem pembiayaan akan semakin praktis karena biaya yang ditentukan per jurusan tidak lagi ada rincian.

"Kalau sebelumnya kan ada uang gedung yang harus dibayarkan pada awal mulai diterima sebagai mahasiswa, tapi mulai tahun akademik 2013/2014 tidak diberlakukan lagi. Dan, uang gedung bisa diangsur tiap semester hingga lulus kuliah," katanya.

Menurut dia, biaya yang nantinya dibayarkan oleh mahasiswa sudah dalam bentuk akumulasi selama menempuh pendidikan tinggi atau sampai mahasiswa lulus, bahkan penghitungan biaya kuliah setiap jurusan sudah selesai.

Hanya saja, Warkum enggan menyebutkan berapa nominal yang harus dibayarkan setiap mahasiswa per semesternya. Ia hanya menyebutkan, jika biaya terendah ada di Fakultas Peternakan dan Perikanan dan tertinggi di Fakultas Kedokteran.

Ia mengaku, UB sudah siap menerapkan instruksi Kemendikbud terkait pelaksanaan uang kuliah tunggal tersebut. Dengan penerapan uang kuliah tunggal itu, mahasiswa baru tidak lagi dibebani uang gedung, biaya laboratorium, biaya ujian maupun biaya skripsi serta biaya-biaya lainnya.

Warkum mencontohkan, untuk biaya kuliah sampai lulus di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) sekitar Rp32 juta, maka nominal itu dibagi selama delapan semester, sehingga rata-rata biaya per semesternya sebesar Rp4 juta.

Sebenarnya, katanya, dengan sistem uang kuliah tunggal ini beban mahasiswa menjadi ringan.

Menyinggung anggaran operasional UB selama satu tahun, Warkum menyebutkan, sebesar Rp1,125 triliun, termasuk untuk membayar gaji dosen dan karyawan. Kebutuhan anggaran tersebut berasal dari bantuan pemerintah, partisipasi wali mahasiswa serta keuntungan dari unit-unit bisnis UB.

"Meskipun nantinya kami menerapkan uang kuliah tunggal, kami juga tetap mengacu pada sistem proporsional, artinya tetap disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa. Kalau kurang mampu biaya kuliahnya sekian dan yang mampu juga sekian, sehingga ada subsidi silang," katanya.

Penulis: /FEB