Proyek pembangunan pusat olahraga Hambalang, Sentul, Jawa Barat. (FOTO:JG Photo/Vento Saudale)
"Ketiganya diperiksa sebagai saksi dalam kasus Hambalang untuk tersangka DK (Deddy Kusdinar) dan AAM (Andi Alfian Mallarangeng)."
 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus  dugaan korupsi pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang. Pada Rabu (16/1) ini, dijadwalkan pemeriksaan terhadap tiga orang dari PT Adhi Karya selaku pelaksana proyek Hambalang.
 
Ketiga orang tersebut adalah Teguh Suhanta staf pemasaran PT Adhi Karya,  Samsul Tim Estimasi PT Adhi Karya, Teguh Waskita Tim Estimasi PT Adhi  Karya.
 
"Ketiganya diperiksa sebagai saksi dalam kasus Hambalang untuk tersangka DK (Deddy Kusdinar) dan AAM (Andi Alfian Mallarangeng)," kata Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, Rabu (16/1).
 
Seperti diketahui, dari hasil audit investigatif tahap pertama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terlihat jelas ada penggelembungan harga dalam  pengadaan Hambalang.
 
Bahkan, penggelembungan harga tersebut mencapai 1.100 persen. Sebagai contoh, pengadaan barang LVMDP (Panel penerima daya, circuit braker) yang diklaim Adhi Karya ke negara harganya sebesar Rp2,7 miliar.
 
Padahal, Adhi Karya sesungguhnya membayar kurang dari Rp2,7 miliar ke PT Dutasari Citralaras selaku subkontraktor yang mengerjakan listrik  Hambalang.
 
Ditambah lagi, ternyata Dutasari hanya mengeluarkan Rp225 juta untuk  mendapatkan panel penerima daya listrik tersebut. Sehingga, diduga telah terjadi penggelembungan harga mencapai 1.100 persen.
 
Tetapi, sejauh ini, lembaga antikorupsi belum menetapkan satu orang pun dari perusahaan pelat merah tersebut sebagai tersangka dalam kasus Hambalang.
 
KPK baru meminta pencegahan terhadap beberapa orang pegawai BUMN, yaitu Muhammad Arif Taufiqurraahman dari PT Adhi Karya dan Direktur Operasional 1 PT Adhi Karya Teuku Bagus Mokhamad Noor.
 
Selain itu, KPK juga telah meminta pencegahan terhadap Direktur PT Ceriajasa Cipta Mandiri Aman Santoso, Direktur PT Yodha Karya Yudi Wahyono, dan Direktur CV Rifa Medika Lisa Lukitawati. Kemudian, Adik Andi Alfian Malarang, Andi Zulkarnain Mallarangeng.
 
Dalam kasus Hambalang, KPK telah menetapkan dua tersangka, yaitu Deddy Kusdinar selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Andi Alfian Mallarangeng selaku Menpora atau Pengguna Anggaran.
 
Keduanya disangkakan melakukan penyalahgunaan wewenang sehingga  memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi dan justru  merugikan keuangan negara.

Penulis: