Harry Tanoe Soedibyo  saat memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi. FOTO: Afriadi Hikmal/ JAKARTA GLOBE
Menurut Harry Tanoe, dekat sebagai kawan bukan berarti satu idelogi politik

Mantan Ketua Dewan Pakar Partai NasDem, Hary Tanoesudibjo, telah melepaskan jabatannya, serta secara resmi melayangkan surat pengunduran diri dari partai kontestan Pemilu 2014 bernomor urut satu itu. Kini, Hary mengaku belum memastikan langkah politik selanjutnya, meski sempat memaparkan tiga opsi rencana.

Kepada wartawan dalam jumpa persnya, Hary mengaku bahwa memang sudah ada partai politik (parpol) lain yang mendekatinya. Namun, dia belum mau membeberkan partai apa saja yang ingin meminangnya itu.

"Iya, ada (yang coba mendekati). Tapi pada saat ini, saya masih fokus ke pengunduran diri, dan mempertimbangkan langkah apa selanjutnya," kata Hary di Jakarta, Senin (21/1).

Menurut Hary, sejauh ini dia dekat dengan parpol lain lebih karena pergaulan, termasuk dengan Partai Golkar. Makanya, dia belum menyatakan akan bergabung dengan salah satu partai peserta Pemilu 2014.

"Dekat sebagai kawan, bukan berarti satu idelogi politik," jelasnya.

Lebih lanjut, Hary pun menyampaikan tiga opsi rencana yang akan dilakukannya, untuk terus memperjuangkan perubahan Indonesia. Langkah pertama adalah dengan mendirikan organisasi massa (ormas). Rencana kedua yakni mendirikan partai baru, dengan konsekuensi tidak bisa ikut dalam Pemilu 2014. Sementara opsi terakhir adalah bergabung dengan partai yang sudah ada.

"Pilihan mana yang dipilih, saat ini fokusnya kita mengundurkan diri dari Partai Nasdem. Keputusan besar kami, akan menimbang dulu mana yang terbaik. Nanti kalau sudah jelas, kami akan sampaikan," katanya pula.

 


Penulis: /FMB