suasana perkotaan di kupang
Pelayaraan kembali di buka setelah BMKG Kupang mengeluarkan data ketinggian gelombang di perairan NTT hanya sekitar 1-2 meter.
 

Selama 18 hari ditutup sejak tanggal 7 Januari 2013 lalu, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya kembali membuka pelayaran ke sejumlah daerah karena keadaan cuaca di wilayah itu mulai membaik.
 
“Pelayaran saat ini sudah kami buka kembali, karena cuaca mulai membaik,” kata Hermin Welkins,  Manager Operasional PT ASDP cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur kepada Suara Pembaruan di Kupang, Sabtu (26/1) pagi.
 
Penutupan pelayaran itu selama 18 hari oleh managemen ASDP yang menyebabkan puluhan Truk pengangkut sembilan bahan pokok (Sembako) tertahan di pelabuhan Bolok, Kabupaten Kupang, sehingga stok sembako di sejumlah Pulau seperti Rote Ndao dan Sabu Raijua menipis. Bahkan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) pun  mengalami krisis di kabupaten Sabu.
 
Menurut Hermin,  saat ini ASDP telah memberangkatkan tiga kapal ke Pulau Rote, Flores dan Ende. Sehingga tidak ada lagi truk pengangkut sembako dan BBM menumpuk. “Sudah tiga kapal yang diberangkatkan, dan mengangkut sejumlah truk dengan muatan sembako,” katanya.
 
Pelayaraan itu di buka setelah Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang mengeluarkan data bahwa ketinggian gelombang di perairan NTT hanya sekitar 1-2 meter. “Ketinggian gelombang itu sudah memungkinkan untuk melakukan pelayaran,” tambah dia. 

Hermin berharap pembukaan pelayaran ini dapat mengatasi masalah kekurangan sembako dan BBM yang dialami warga di sejumlah pulau. “Semua truk sembako sudah terangkut, karena diprioritaskan. Jika BMKG menyatakan cuaca kembali memburuk, maka kami akan menghentikan kembali pelayaran itu,” tukasnya.

Penulis: /WBP