Ilustrasi persiapan Pemilu Kada
Sidalih akan dioperasionalkan pada semua tingkatan penyelenggara pemilu mulai dari KPU sampai panitia pemungutan suara (PPS).

Jakarta -
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil Manik mengatakan KPU akan menggunakan sistem informasi data pemilih (Sidalih) untuk menyediakan daftar pemilih sementara (DPS) dan daftar pemilih tetap (DPT).

Sistem informasi yang disiapkan terintegrasi dengan sistem administrasi kependudukan (SIAK).

"Sidalih akan mendukung kerja penyelenggaraan pemilu dalam menyusun, mengkoordinasikan, mengumumkan dan memelihara daftar pemilih. Sistem ini juga dapat melayani pemeriksaan data pemilih, memberikan masukan dan tanggapan terhadap daftar pemilih," terangnya, di Jakarta, Rabu (30/1).

Dia mengatakan, Sidalih akan dioperasionalkan pada semua tingkatan penyelenggara pemilu mulai dari KPU sampai panitia pemungutan suara (PPS).

Terkait panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan PPS yang tidak memiliki jaringan listrik dan fasilitas komputer, jelas dia, penyusunan daftar pemilih dilakukan manual dengan cara ditulis tangan atau diketik di formulir.

"Semua aspek pendukung untuk beroperasinya sidalih akan disiapkan mulai dari sumber daya manusia (SDM), kelembagaan dan prosedur. Salah satunya pelatihan bagi operator yang akan menjalankan Sidalih," kata dia.

Penggunaan Sidalih merupakan amanat Undang Undang Nomor 8 tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD. Hal ini tertuang dalam pasal 48 ayat 1,2 dan 3.Pasal 48 ayat 1 menyebutkan KPU dan KPU Kabupaten/Kota dalam menyediakan data pemilih, daftar pemilih sementara dan daftar pemilih tetap memiliki sistem informasi data pemilih yang dapat terintegrasi dengan sistem informasi administrasi kependudukan.

Ayat 2 menyebutkan KPU dan KPU kabupaten/kota wajib memelihara dan memutakhirkan data pemilih.

Untuk menyempurnakan Sidalih yang akan digunakan dalam pemutakhiran data pemilih, KPU menjalin kerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Nota kerja sama sudah ditandatangani Selasa lalu (22/1). BPPT juga sudah melakukan internal review terhadap Sidalih yang akan digunakan KPU.

"Dengan operasionalnya Sidalih diharapkan kualitas daftar pemilih akan meningkat," imbuhnya.

Proses pemutakhiran data pemilih akan diatur lebih teknis dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Draf peraturannya sudah disusun dan konsultasi publik juga sudah dilakukan. Saat ini sedang proses konsultasi dengan pemerintah dan DPR sebelum ditetapkan menjadi peraturan.

Husni menambahkan, untuk meningkatkan pengamanan dalam pengelolaan data pemilih, KPU akan membatasi akses data oleh pihak luar. Komunikasi data internal KPU dengan jajarannya (KPU Provinsi, KPU kabupaten/kota, PPK dan PPS) dengan komunikasi data dengan publik juga akan dipisahkan.

Lebih lanjut Husni mengatakan, akses personil ke pusat data KPU juga akan dibatasi sesuai dengan kewenangannya secara formal.

Penulis: