Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq (kiri) berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kanan).
Proses tangkap tangan dilakukan pada Selasa (29/1) malam di sekitar Hotel Le Meridien.

Jakarta -
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengeluarkan surat cegah ke luar negeri terhadap tersangka kasus dugaan suap impor daging yang juga Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan dalam waktu 1x24 jam, surat cegah tersebut akan dikirim ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kemeneterian Hukum dan HAM. "1x 24 jam cegah untuk LHI dikirimkan," kata Johan.

KPK menetapkan Luthfi Hasan Ishaaq Presiden PKS sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek impor daging sapi. Lutfi disangkakan terlibat dalam suap senilai Rp 1 miliar.

"Dari hasil ekspose disimpulkan KPK temukan dua alat bukti cukup, LHI diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b dan atau pasal 5 ayat 2 dan atau pasal 11 Undang-Undang No.31/1999 tentang Tipikor," kata Johan dalam konferensi pers di kantor KPK, Rabu (30/1).

Meski Lutfi tidak secara langsung menerima uang Rp 1 miliar, namun KPK memastikan uang tersebut ditujukan untuk Lutfi. KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan tindak pidana korupsi.

Informasi yang didapatkan Beritasatu, proses tangkap tangan dilakukan pada Selasa (29/1) malam di sekitar Hotel Le Meridien. Dari proses tangkap tangan tersebut, KPK berhasil mengamankan empat orang yang tengah melakukan transaksi tindak pidana korupsi.

Keempat orang tersebut, salah satunya merupakan perempuan bernama maharani. Sementara sisanya merupakan pria. Salah satu orang ketiga oknum Ahmad merupakan orang dari sebuah perusahaan ekspor impor daging. Kemudian Sahruddin merupakan supir Ahmad.

Satu oknum yang diamankan KPK belum diketahui nama dan jabatannya. Selain mengamankan empat orang, KPK juga mengamankan  barang bukti berupa uang dalam dua kantong plastik dan sejumlah buku tabungan. Belum diketahui jumlah pasti uang pecahan Rp100 ribu dalam kantong plastik tersebut.

Ihwal peruntukan uang tersebut, diduga merupakan suap untuk memuluskan anggaran proyek di DPR melalui anggota Komisi IV dari Fraksi PKS.

Disamping melakukan operasi tangkap tangan, KPK juga mengeledah sebuah kantor di kasasan Pondok Bambu Jakarta Timur. Perusahaan itu bernama PT Indoguna Utama.

Berdasarkan hasil telusuran Beritasatu, perusahaan ini bergerak dalam bidang impor makanan, terutama daging. Perusahaan ini memiliki cabang di Singapura, Dubai, Hong Kong dan Macau. Selain daging, perusahaan tersebut juga mengimpor seafood, kaviar, keju dan wine dengan kualitas super.

Perusahaan yang sudah berdiri lebih dari tiga dekade tersebut juga menjadi penyuplai daging-daging kualitas terbaik untuk hotel, restoran dan supermarket ternama di Indonesia dan negara-negara lainnya.

Perusahaan ini mempunyai karyawan hingga 500 orang.

Penulis: