Ilustrasi borgol
Cilegon - Tiga pengedar narkoba jenis sabu-sabu lintas Provinsi Lampung dan Banten ditangkap petugas Polres Cilegon.

Ketiga tersangka tersebut berinisial O dan B warga Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten dan DW warga Lampung, yang diduga sebagai pengedar dan pemakai sabu-sabu jaringan Banten dan Lampung.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan tiga paket sabu-sabu senilai Rp 3,5 juta.

Kasat Narkoba Polres Cilegon, AKP Andi Suhandi mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari informasi warga Kota Cilegon yang mencurigai maraknya peredaran narkoba di Kota Cilegon. 

Polres Cilegon kemudian melakukan penyelidikan dan mencurigai O dan B diduga sebagai pemakai dan pengedar sabu-sabu.

”Kami melakukan pemantauan selama 20 hari di rumah kontrakan O dan B, di Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon. Akhirnya pada Senin (28/1) lalu  polisi melakukan penggerebekan dan berhasil menangkap pelaku dan menemukan barang bukti satu paket sabu-sabu senilai Rp 500 ribu,” jelas Andi.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, penangkapan kedua tersangka di Kota Cilegon tersebut menjadi pintu masuk untuk menangkap bandar besar sabu-sabu tersebut.

Namun dari hasil pengembangan penyidikan, petugas Polres Cilegon hanya berhasil menangkap kurir berinisial DW yang membawa dua paket sabu senilai Rp 3 juta di Pelabuhan Merak.

“Kurir yang berinisial DW langsung kami tangkap saat tiba di Pelabuhan Merak,” jelas Andi.

Ketiga tersangka dikenakan pasal 114, 112 dan pasal 115, Undang-undang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. “Kami akan terus mengembangkan kasus ini guna menangkap bandar sabu-sabu tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, kurir sabu-sabu DW mengaku, baru dua kali mengantarkan narkoba kepada O dan B atas perintah A. Setiap kali mengantar barang tersebut ia mendapat upah sebesar Rp 200 ribu - Rp 500 ribu, tergantung jumlah barang yang dibawanya.

“Sebelumnya O dan B yang mengambil sendiri ke Lampung. Saya baru dua kali mengantar sabu-sabu ke O dan B,” ujarnya.

Penulis: