Pelayanan rumah sakit menggunakan kartu sehat.
Disebabkan faktor pengelolaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang kurang memadai.

Serang
- Sebanyak tujuh rumah sakit (RS) di Banten masuk dalam kategori merah atau di bawah standar dalam pengelolaan lingkungan. 

Penilaian tersebut beberdasarkan hasil Program Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Banten sepanjang tahun 2012 lalu

Ketujuh RS tersebut adalah RSUD Berkah Pandeglang, RSUD dr. Adjidarmo Lebak, RS Krakatau Medika Kota Cilegon, RSUD Cilegon, RS Mayapada Tangerang, RS Qodr Islamic Village Tangerang, dan RSUD Kabupaten Serang.

Kepala BLHD Provinsi Banten Karimil Fatah Sulaeman mengatakan, pihaknya akan memanggil ketujuh RS tersebut.

“Sekitar Februari 2013, kami akan memanggil perusahaan-perusahaan termasuk pengelola RS. Kami akan melibatkan BLHD kabupaten/kota,” ujarnya di Serang, Kamis (31/1).

Karimil mengaku, masuknya ketujuh RS tersebut  dalam kategori merah disebabkan faktor pengelolaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang kurang memadai. Kendala lainnya  persoalan sumber daya manusia (SDM) dan anggaran.

“Untuk  RS, propernya seharus biru, bukan merah. Kami berharap tahun ini proper tujuh RS yang ada bisa ditingkatkan menjadi biru,” jelasnya.

Kategori Perusahaan
Sementara dari 99 perusahaan di Banten yang dinilai ikut berperan dalam melindungi dan mengelola lingkungan, sebanyak 30 perusahaan dikategorikan merah. 

Sementara untuk kategori biru tercatat 60 perusahaan, dan sembilan perusahaan mendapatkan kategori hijau. “Sejauh ini perusahaan yang berkategori hitam tidak ada di Banten,”  ujar Karimil.

Sementara itu, staf BLHD Banten Anton Hariyono, menjelaskan berdasarkan data BLHD, sembilan perusahaan yang berkategori hijau itu adalah PT Indah Kiat Pulp and Paper (Pabrik kertas) di  Kota Tangerang Selatan, PT Blue Scope Steel Indonesia (pelapisan logam) di Kota Cilegon, PT Bayer Material Sciene Indonesia (Petrokimia) di  Kota Cilegon.

Selanjutnya PT Chandra Asri Petrochemical (Petrokimia) di Kota Cilegon, PT Nippon Shokubai Indonesia (Petrokimia) di Kota Cilegon, PT Adis Dinension Footwer (sepatu) di Kabupaten Tangerang, PT Pratama Abadi Industri (sepatu) di Kota  Tangsel, PT Pertamina Reg II Terminal BBM Tanjung Gerem di Kota  Cilegon, dan PT Indonesia Toray Synthetics (Tekstil) di  Kota Tangerang.

Sedangkan puluhan perusahaan yang masuk dalam kategori biru di antaranya, PT Sumber Graha Sejahtera (Kayu Lapis)  di Kabupaten Tangerang, PT Charoen Pokhpand Indonesia (pengolahan daging) di Balaraja, Kabupaten Tangerang;  PT Indofof Fritolay Makmur di Kota Tangerang.

Sedangkan dari 30 perusahaan berkategori merah di antaranya, PT Mitsubishi Chemical Indonesia di Kota Cilegon, PT Dystar Colours Indonesia di Kota Cilegon, dan PT Seamles Pipe Indoensia Jaya di Kota  Cilegon.

Penulis: