Wakil Ketua DPR yang juga Sekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta (Jakarta Globe/Afriadi Hikmal)
Jakarta - Pernyataan politik Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke-5 Anis Matta berlangsung dramatis. Seruan takbir dan isak tangis mewarnai orasi politik pengganti Lutfie Hasan Ishaq, presiden lama yang mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya tahu ini bukan hari-hari yang mudah tapi kita yakin bisa," kata Anis Matta di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di Jakarta Selatan, Jumat sore (1/2).

Sejumlah pengurus dan kader partai tampak mengusap air mata mendengar orasi Anis, yang juga terlihat sempat tercekat. Dia berulang-ulang meneriakan takbir.

Anis berikrar agenda utama PKS selama dirinya menjabat sebagai presiden partai adalah pertobatan nasional, bagi seluruh pimpinan dan kader PKS. Dia menambahkan PKS akan tetap bertahan, karena pada ketika didirikan pun, jumah pendukung tidak banyak.

Dalam orasi itu terlihat pula mantan anggota DPR Misbakhun yang sempat meneriakan "Turunkan SBY" dengan suara keras.

Anis yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris jenderal partai ini sekaligus secara resmi menyampaikan pengunduran dirinya sebagai wakil ketua DPR setelah terpilih menjadi presiden partai menggantikan Luthfi Hasan Ishaq.

Penulis: