Ilustrasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Jakarta - Kader dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) protes terhadap seruan Presiden baru PKS, Anis Matta, untuk melakukan tobat nasional, terkait ditetapkannya Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka kasus dugaan suap impor daging sapi.

Hal itu sebagaimana dikisahkan oleh pendiri cikal bakal PKS, Yusuf Supendi, dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, Minggu (3/2).

Yusuf menjelaskan, adiknya sendiri merupakan kader PKS. Sang adik menurutnya, nyatanya protes dengan seruan Anis yang menyuruh seluruh kader PKS untuk melakukan tobat nasional.

Protes itu muncul lantaran yang melakukan perbuatan dosa adalah elite PKS, bukan kader di bawah. Maka menurut sang adik yang tak disampaikan namanya, seperti dituturkan Yusuf pula, yang pantas melakukan tobat itu sebenarnya adalah (jajaran) pimpinan PKS.

"Dia (sang adik) mau shalat tobat, tapi nggak jadi. (Masalahnya) Kok kita kader yang tidak jelas salahnya, kok disuruh tobat? Pimpinan saja yang tobat," kata Yusuf, mengulangi protes dan alasan adiknya.

Yusuf sendiri menyebut bahwa orang (di PKS) yang harus melakukan tobat itu antara lain adalah Hilmi Aminuddin, Ketua Dewan Syuro PKS, serta Anis Matta.

Seperti diketahui, PKS tengah didera prahara. Hal ini lantaran mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi impor daging sapi.

Selasa (29/1) lalu, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap dua direktur PT Indoguna, yaitu Juard Effendi dan Arya Arbi Effendi. Keduanya ditangkap di rumah Arya, karena telah memberikan uang Rp1 miliar kepada Ahmad Fathanah. Ahmad sendiri juga ikut ditangkap KPK di lokasi berbeda, yaitu Hotel Le Meridien. Ahmad ditangkap setelah menerima uang imbalan pengurusan kuota impor daging sapi di kantor PT Indoguna pada siang harinya.

Sehari setelah penangkapan Juard, Arya dan Ahmad, KPK lantas juga menangkap mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq. Luthfi diduga ikut terlibat dalam suap ini, dengan uang Rp1 miliar yang diberikan kepada Ahmad sesungguhnya ditujukan kepada Luthfi.

KPK kemudian menetapkan keempatnya sebagai tersangka. Juard dan Arya disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 dan atau pasal 13 Undang-Undang (UU) No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHPidana. Sementara untuk Luthfi dam Ahmad, KPK menersangkakan dengan pasal 12 huruf a atau huruf b dan atau pasal 5 ayat 2 dan atau pasal 11 UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHPidana.


Penulis: /SES