Tini Tadeus, Kepala BPBD NTT
Kabupaten yang langsung menerima dampak letusan gunung Rokatenda itu antara lain kabupaten Sikka, Ende dan Nagekeo.
 
Kupang - Gunung api Rokatenda di Pulau Palue, yang berada di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak Sabtu, 2 Februari 2013 sekitar pukul 23.45 Wita meletus dan menyemburkan abu dan lava pijar sehingga abu dan goncangan gempat tersebut terasa di empat kabupaten  yakni Ende dan Nagekeo Flores Timur dan Sikka.
 
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Tini Tadeus, di Kupang, Senin, (4/2) mengatakan gunung tersebut meletus sejak Sabtu (2/2) hingga pagi ini Senin (4/2). 

"Ada tiga kabupaten yang merasakan dampak yang cukup besar. Kabupaten yang langsung menerima dampak letusan gunung Rokatenda itu antara lain kabupaten Sikka, Ende dan Nagekeo,” ujar Tini Tadeus.
 
Letusan gunung Rokatenda kali ini, katanya, lebih besar dari letusan pada Oktober 2012 lalu, dan disertai gempa yang besar, sehingga membuat warga panik dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
 
Letusan gunung Rokatenda juga disertai kobaran api dan lahar panas dan erupsi menuju ke laut, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. “Tidak ada korban jiwa dalam letusan gunung itu,” kata Tini Tadeus.
 
Selain menyembur lahar panas, kata Tini, letusan Rokatenda juga menyembur hujan abu vulkanik yang mencapai pemukiman warga di Kabupaten Ende dan Nagekeo dan Flores Timur. Abu vulkanik itu menutupi atap rumah warga dan jalan-jalan di tiga wilayah itu.
 
Saat ini, kata Tini Tadeus, masyarakat di tiga kabupaten itu membutuhkan masker, karena hujan abu vulkanik masih melanda daerah itu hingga hari ini. Karena itu, BPBD telah melakukan koordinasi agar diambil dari toko atau rumah sakit untuk menyelamatkan warga di tiga kabupaten itu. 

“Mau utang dimana saja terserah. Asalkan dapat masker untuk selamatkan warga,” kata Tini Tadeus.
 
Dengan meletusnya gunung ini, maka Pusat Vulkanologi Mitagasi dan Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikan status gunung itu dari siaga (Level III) menjadi awas (Level IV). 

“Statusnya sudah awas, karena sudah meletus,” kata Tini Tadeus.
 
Gunung Rokatenda atau juga disebut Gunung Paluweh itu, adalah sebuah gunung berapi yang terletak di Pulau Palu'e, sebelah utara Pulau Flores. Gunung yang bertipe strato ini merupakan lokasi tertinggi di Pulau Palu'e dengan ketinggian 875 meter dari permukaan laut.
 
Letusan terhebat terjadi pada 4 Agustus- 25 September 1928, yang sebagian besar terjadi karena tsunami menyusul gempa. Letusan terakhir terjadi pada 23 Maret 1985 dengan hembusan abu mencapai 2 km dan lontaran material lebih kurang 300 meter di atas puncak. 

Penulis: