Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD (FOTO:JG Photo/Yudhi Sukma Wijaya)
Jakarta - Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Mahfud MD mengatakan keberadaan parpol berbasis agama sebenarnya hampir tidak lagi ada. Tanggapan tersebut dilontarkannya atas pertanyaan makin terpuruknya elektabilitas parpol agama.

"Sekarang ini, (jika banyak yang bilang) banyak berkembang parpol Islam, itu sebenarnya tidak ada," kata Mahfud di Jakarta, Senin (4/2).

"Partai yang benar-benar pun tidak ada. Karena parpol yang tidak Islam pun sebenarnya memperjuangkan Islam, sementara yang Islam pun sama dengan yang disebut partai tidak Islam. Sama-sama koruptornya ada," imbuh dia lagi.

Bagi KAHMI, papar dia, lebih ingin  meng-Indonesia-kan Islam, bukan meng-Islam-kan Indonesia. Meng-Islam-kan Indonesia bermakna yakni Islam masuk ke Indonesia berdasarkan fakta-fakta pluralisme yang ada. Lebih dari itu, paparnya, Islam juga harus memberi jiwa bersih dari korupsi, menjunjung kebersamaan dan kerukunan.

Sebelumnya pernah dilansir bahwa pamor partai politik berbasis Islam diprediksi semakin suram dalam pemilu 2014. Jajak pendapat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menemukan bahwa jika pemilihan umum digelar saat ini, maka tidak ada parpol Islam yang mendapat suara lebih dari 5 persen.

Partai nasionalis yang diprediksi berkibar adalah Partai Golkar 21%, PDI-P 17,2%, Partai Demokrat 14%, Partai Gerindra 5,2%, dan Partai NasDem 5%. Sebaliknya, parpol Islam, yaitu PKS, PPP, PAN, dan PKB, diprediksi tenggelam. Perolehan suara mereka di bawah lima persen.

Survey lain yakni, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) juga memperkirakan, sebelum dugaan penerimaan suap menghantam, perolehan suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diperkirakan merosot pada Pemilu 2014. PKS terpuruk ke posisi delapan dalam survei dengan 2,7 persen suara.

Dukungan suara responden untuk PKS bahkan di bawah dukungan untuk Partai Persatuan Pembangunan yang mendulang 4,1 persen. Namun, suara PKS masih melampaui Partai Amanat Nasional (PAN) yang mendulang 1,5 persen suara dan Partai Hanura yang mendapatkan 1,4 persen suara.

Penulis: /FMB