Kampus UI, Depok

Jakarta - Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menyatakan siap menghapus uang pangkal mulai tahun akademik 2013/2014 sekaligus menerapkan sistem uang kuliah tunggal (UKT) seperti instruksi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud)

“Dari PTN sudah siap untuk jalan mulai akhir tahun 2013,” kata Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Idrus Paturusi, saat dihubungi SP, Jumat (8/2) pagi.

Menurut Idrus, penghapusan uang pangkal di PTN dimungkinkan karena pemerintah akan menaikkan jumlah Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) hingga dua kali lipat pada tahun 2013.

Idrus mengatakan, langkah ini menghapus uang muka ini akan sangat membantu mahasiswa. Di sisi lain, Kemdikbud pada tahun 2012 juga sudah mengeluarkan surat keputusan yang isinya melarang PTN menaikkan SPP.

“Kalau uang pangkal dihapus dan SPP diturunkan, itu cukup membantu. Apalagi di luar Jawa banyak anak-anak dari daerah yang ekonominya kurang baik,” ujar pria yang menjabat Rektor Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar ini.

Idrus menjelaskan kebijakan penghapusan SPP sejalan dengan sistem UKT. Dengan sistem UKT, mahasiswa tidak lagi dibebani pungutan selama masa kuliah. Mahasiswa cukup membayar satu kali SPP setiap awal semester.

Di sisi lain, PTN wajib menghitung semua pengeluaran (unit cost) kemudian dibagi ke dalam delapan semester. Selain itu, menurutnya, sistem UKT memberikan kemudahan kepada Ditjen Dikti Kemdikbud untuk menghitung angka BOPTN.

“Jadi mahasiswa cukup mengeluarkan uang satu kali saja setiap semester,” tuturnya.

Idrus menambahkan Unhas sudah menurunkan SPP mulai tahun 2012, yakni dari Rp 750.000 per semester menjadi Rp 650.000 per semester. Jika dijumlah, SPP mahasiswa per tahun hanya Rp 1,3 juta.

“Dana BOPTN itu lebih besar daripada kami harus menaikkan SPP ke mahasiswa, jadi cukup,” katanya.

Untuk tahun 2013, Unhas mendapatkan alokasi BOPTN sebesar Rp 64 miliar. Angka itu meningkat dua kali lipat dibandingkan jumlah BOPTN yang diterima Unhas tahun 2012 sebesar Rp 32 miliar.

UNJ Sudah Terapkan UKT
Sementara itu, Pembantu Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Zainal Rafli mengatakan UNJ sudah menerapkan UKT sejak tahun akademik 2012/2013. Besar UKT mulai dari Rp 1,9 juta sampai Rp 4 juta per semester.

Paling murah adalah UKT untuk mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan, sedangkan UKT paling mahal dibebani kepada mahasiswa Fakultas Teknik.“Kami sudah berlakukan UKT dari tahun lalu. Artinya hanya SPP, tidak ada lagi uang pangkal, uang wisuda, dan lain-lain,” kata Zainal.

Di pihak lain, Sekretaris UI Ketut Surajaya mengatakan UI akan membebaskan uang pangkal mahasiswa baru S1 Reguler pada tahun akademik 2013/2014. Nantinya, semua mahasiswa baru program pendidikan S1 Reguler hanya akan dikenakan biaya uang kuliah atau Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan (BOP-B).

Jumlahnya Rp 100.000 sampai Rp 5.000.000 per semester untuk jurusan IPS atau Rp 100.000 sampai maksimal Rp 7.500.000 per semester untuk jurusan IPA. Rentang biaya BOP-B tersebut disesuaikan dengan kemampuan dan tanggungan finansial orangtua atau wali mahasiswa.


Suara Pembaruan

Penulis: C-05/WBP/WBP

Sumber:Suara Pembaruan