Ilustrasi tambang emas

"Pertambangan liar yang biasa beroperasi secara sembunyi-sembunyi di kawasan sungai itu menyalahi aturan dan merusak kelestarian lingkungan."

Bangka - Tim gabungan Polres dan Satpol PP Kabupaten Bangka Barat, bangka Belitung, memusnahkan sejumlah peralatan tambang bijih timah liar di Sungaibuluh, Kecamatan Jebus, Senin (11/2).

"Pertambangan liar yang biasa beroperasi secara sembunyi-sembunyi di kawasan sungai itu menyalahi aturan dan merusak kelestarian lingkungan," kata Kapolres Bangka Barat AKBP Djoko Purnomo melalui Wakapolres Kompol Jojo Sutarjo di Muntok, Senin.

Ia menjelaskan dalam operasi yang digelar mulai pukul 07.00 WIB hingga 16.30 WIB berhasil menertibkan sejumlah tambang ilegal apung dan rajuk yang biasa beraktivitas di lokasi tersebut.

Dalam penertiban tersebut, alat tambang liar berupa ponton rajuk dan apung ditarik dan penghancuran menggunakan alat berat excavator yang mengangkut ponton-ponton para penambang dari Sungai Buluh dan Sungai Kampak.

Dalam kegiatan itu, tim gabungan menahan sejumlah mesin tambang sebagai barang bukti, terdiri dari empat unit mesin, empat unit pompa, sembilan unit mesin robin, empat unit ponton kecil dan satu unit ponton besar. "Barang bukti kami amankan di Mapolsek Jebus," ujarnya.

Menurut dia, penertiban tersebut merupakan tindak lanjut dari upaya-upaya persuasif maupun preventif yang sebelumnya sudah gencar dilakukan, baik dari pihak Kepolisian maupun pemerintah setempat.

"Penertiban ini juga sebagai langkah tegas dari pihak Polri bersama instansi terkait untuk menjaga kelestarian lingkungan, terutama di daerah aliran sungai dan hutan agar tetap terjaga kelestariannya," kata dia.

Ia mengatakan, penertiban pada hari pertama di lokasi tersebut berjalan lancar dan kondusif.

"Pertambangan liar yang biasa beroperasi secara sembunyi-sembunyi di kawasan sungai itu menyalahi aturan dan merusak kelestarian lingkungan,"

Penulis:

Sumber:Antara