Ilustrasi pekerja anak yang menjadi tukang ojek.

Saat ini di Indonesia terdapat 1,7 juta pekerja anak.
 
Jakarta - Pada tahun 2013 ini, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigasi (Kemnakertrans) akan menarik 11.000 orang pekerja anak. Tingginya pekerja anak ini karena Indonesia masih miskin.

Direktur Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak, Ditjen Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan, Kemnakertrans, Adji Dharma, kepada wartawan di kantornya, Selasa (12/2). "Sampai saat ini di Indonesia masih sebanyak 1,7 juta orang pekerja anak. Kita baru bisa tarik 11.000 orang tahun ini," kata  Adji Dharma.

Menurut Adji, pihaknya tak bisa menarik semua pekerja anak ini karena terkendala dana. "Dana yang akan dihabiskan untuk menarik 11.000 pekerja anak ini sebesar Rp70 miliar," kata dia.

Yang termasuk pekerja anak ini adalah anak yang berumur 7-17 tahun. "Anak-anak ini bekerja di sejumlah home industri dan pekerja mandiri yang informal," terangnya.

Dikatakan, pekerja anak sebesar 1,7 juta orang tersebar di 21 provinsi pada 90 kabupaten dan kota. "Paling banyak di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat," kata dia.

Adji mengatakan, anak-anak ini ditarik dan diberi pengarahan di tempat-tempat penampungan dan selanjutnya dipulangkan ke rumah mereka masing-masing.

"Mereka harus meneruskan pendidikan," kata dia.

Menurut Adji, anak-anak ini ditarik dari tempat kerja dan orangtua mereka diberi bantuan melalui program langsung bersyarat dari Kementerian Sosial. "Soal program ini tanyakan saja ke Kemensos," kata dia.

Adji melanjutnya, tahun 2012 pihaknya sebanyak 10.750 juta pekerja anak yang ditarik. "Setiap tahun kita akan terus menarik pekerja anak ini," kata Adji.

-

Suara Pembaruan

Penulis: E-8/YUD

Sumber:Suara Pembaruan