Pemerintah harus mengendalikan komsumsi rokok.

Jumlah perokok di Indonesia tercatat meningkat terus dalam sepuluh tahun terakhir.

Berdasar Data Kementerian Kesehatan tahun 2010, Pada 2001 tercatat perokok aktif berjumlah 31,5 persen dari penduduk, sedang pada 2010 angkanya sudah melonjak menjadi 34,7 persen. Artinya, sepertiga orang Indonesia adalah perokok aktif.

Yang mengkawatirkan prevalensi merokok penduduk dewasa yang berusia antara 15 hingga 19 tahun makin meningkat tajam. Pada 1995 perokok remaja masih sekitar 7,1 persen, namun pada 2007 angkanya melonjak lebih dua kali lipat menjadi 18,8 persen.  

Peningkatan prevalensi perokok ini tidak mengherankan, karena Indonesia adalah salah satu negara yang paling diincar industri rokok.

"Prospek industri rokok di Indonesia menjanjikan karena tingginya pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi, dan lemahnya pengaturan konsumsi rokok," kata Abdillah Ahsan, Peneliti Lembaga Demografi Universitas Indonesia, hari ini, dalam sebuah diskusi tentang Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau di Indonesia.

Untuk mengendalikan konsumsi rokok, kata Abdillah, ada empat solusi yang bisa dilakukan pemerintah. Yaitu peningkatan harga rokok melalui peningkatan cukai rokok, pelarangan iklan rokok secara menyeluruh, peringatan kesehatan bergambar di bungkus rokok, serta pengadaan kawasan tanpa rokok.

Dalam kesempatan yang sama, Valentina Sri Wijiyati, Kordinator Divisi Advokasi Anggaran untuk Hak Ekonomi Sosial Budaya IDEA Yogyakarta, menyoroti kebijakan pengendalian rokok berbasis Hak Asasi Manusia [HAM].

Salah satu bagian HAM adalah hak menikmati standar tertinggi yang dapat dicapai atas kesehatan fisik dan mental. Sehingga mengingatkan masyarakat akan dampak rokok menurut dia seharusnya menjadi bagian kebijakan publik berperspektif HAM.

"Merokok bukan HAM dan larangan merokok bukan pelanggaran HAM."

Jika mengacu pada kerangka HAM, kata Valentina, pemerintah harus mengembalikan dana dari cukai rokok untuk kebutuhan dasar rakyat di bidang pendidikan dan jaminan kesehatan.
 

Penulis:

Sumber:-