Ilustrasi Garuda

Pesawat dengan nomor penerbangan GA-439 seharusnya tinggal landas pada 13.15 Wita.

Kupang - Akibat cuaca buruk penumpang Garuda Indonesia Airlines dengan tujuan Kupang-Denpasar-Jakarta ditelantarkan di bandar udara El Tari Kupang, Sabtu (16/2) Nusa Tenggara Timur (NTT).

Puluhan penumpang yang menunggu di bandara itu merasa kecewa, padahal sesuai jadwal pesawat dengan nomor penerbangan GA-439 ini seharusnya lepas landas dari bandara El Tari Kupang pukul 13.15 Wita siang.  Namun hingga pukul 17.30 Wita belum ada kabar dari pihak maskapai itu.

“Kami merasa  dirugikan, sehingga melakukan aksi protes,” ungkap, Johan, salah seorang penumpang Garuda tujuan Denpasar.

Johan, mempertanyakan alasan manajemen Garuda bahwa pesawat tidak bisa mendarat di Bandara El Tari, karena cuaca buruk. Padahal, lanjutnya, sejumlah pesawat tetap melayani penumpang dari berbagai tujuan.

“Kalau alasannya cuaca, kenapa pesawat lain, bisa mendarat,” katanya.

Sebelumnya pihak Garuda melalui petugasnya beralasan, keterlambatan ini disebabkan oleh cuaca sehingga tidak memberi ganti rugi kepada penumpang.

Padahal dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor 77 tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara dalam pasal 10 huruf a disebutkan, keterlambatan lebih dari 4 jam diberikan ganti rugi sebesar Rp 300.000 per penumpang.

“Mereka menolak memberikan ganti rugi, karena alasan cuaca,” katanya.

Cuaca buruk itu juga membuat sejumlah penerbangan dari Bandara El Tari Kupang, ke sejumlah daerah terpaksa mengalami keterlambatan (Delay), karena cuaca buruk, akibat hujan lebat.

Menurut informasi yang dihimpun SP, pesawat Garuda tidak dapat mendarat di bandara El tari Kupang, karena cuaca buruk itu akhirnya mengalihkan penerbangannya ke Ujungpandang.

Ahmad, salah satu calon penumpang, membenarkan pengunduran sejumlah penerbangan akibat cuaca buruk itu. Seperti pesawat Susi Air tujuan Kupang-Sabu yang telah lepas landas sekitar 15 menit dari bandara El Tari Kupang terpaksa kembali menyusul hujan lebat yang mengguyur.

Sementara itu, pesawat Transnusa tujuan Kupang-Maumere yang dijadwalkan lepas landas pukul 12.00 Wita terpaksa harus diundur hingga pukul 13.00 Wita, sebab landasan pacu Bandara El Tari tergenang air hujan.

Angin kencang disertai hujan lebat menggunyuri Kota Kupang itu membuat genangan air padsa landasan pacu (runway) Bandara El Tari Kupang, sehingga pilot harus ektra hati-hati menerbangkan atau mendaratkan pesawatnya. Hujan deras itu juga menggenangi sejumlah ruas jalan di wilayah Kota Kupang.


Suara Pembaruan Yos

Suara Pembaruan

Penulis: YOS/RIN/YUD

Sumber:Suara Pembaruan