Hary Tanoe

Jakarta - Hary Tanoesoedibjo resmi menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura masa bakti 2010-2015. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Hanura, Dossy Iskandar Prasetyo di DPP Partai Hanura, Minggu (17/2).

"Memutuskan, pertama, mengangkat Hary Tanoesoedibjo sebagai Ketua Dewan Pertimbangan masa bakti 2010-2015. Kedua, pengangkatan Ketua Dewan Pertimbangan bersama-sama dengan pengangkatan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Hanura," ujar Dossy.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura Hary Tanosoedibjo dalam sambutannya mengatakan pihaknya sangat terhormat menerima jabatan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura. Pihaknya menjelaskan pascakeluarnya ia dari Partai NasDem setidaknya ada tiga kemungkinan alternatif yang akan dilakukannya. Pertama, mendirikan organisasi kemasyarakatan, lalu kedua, bergabung dengan partai lain, dan ketiga, mendirikan partai baru atau kombinasi dari alternatif-alternatif tersebut.

"Saya sudah bicara dan diajak bicara dengan beberapa partai dan tentunya saya sudah pertimbangkan matang-matang bagaimana langkah saya seterusnya untuk tetap memperjuangankan perubahan Indonesia menjadi lebih baik. Dan saya putuskan untuk bergabung dengan Partai Hanura," ujarnya.

Setidaknya ada beberapa pertimbangan mengapa Hary Tanoe mau bergabung dengan Partai Hanura. Pertama dia meyakini pihaknya melihat figur Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto sebagai sosok yang memiliki pengendalian diri yang sangat baik, sehingga Hary Tanoe merasa ada chemistry yang cocok sekali.

"Chemistry dalam hal hubungan ini bukan yang utama. Hal yang utama adalah bahwa Pak Wiranto dan teman-teman lain bersama saya memiliki visi yang sama, kami merasa prihatin dengan bangsa Indonesia ini," terangnya.

Lebih dari itu, setelah direnungkan, Hary Tanoe menambahkan, setelah melihat fakta sejak 2009 hingga sekarang, Partai Hanura bukan masuk dalam koalisi, yang menurutnya meskipun dalam bentuk pemerintahan, tentunya ada hal-hal yang menarik untuk bergabung dalam koalisi namun Partai Hanura tetap menentukan sikapnya untuk tidak bergabung dan tetap sebagai partai oposisi.

Selain itu, Hary memaparkan, alasan ketertarikannya lainnya tak lain karena Partai Hanura adalah partai yang bersih sampai hari ini dari masalah korupsi. Diharapkan, lanjutnya, ke depan Partai Hanura tetap pada posisi demikian.

Adanya soliditas dan kekompakan dalam Partai Hanura yang juga dilihat Hary, juga membenarkan pemikiran Hary bahwa baginya sosok Wiranto merupakan figur yang cukup kuat di partai.

"Saya yakin soliditas dalam partai akan menunjukkan sesuatu yang besar. Kalau banyak friksi dalam parpol pun jangan sampai tujuan utama terganggu yakni untuk membawa perubahan Indonesia yang lebih baik. Alasan terakhir saya adalah, Pak Wiranto bersedia menerima kader-kader yang ikut dengan saya, untuk bergabung dan dilebur menjadi baik dipusat dan di daerah. Saya yakin generasi muda kalau digabungkan akan menjadi sesuatu yang luar biasa," imbuhnya.

Tingkatkan Elektabilitas
Dalam beberapa survei Partai Hanura memang diakui Hary Tanoe memiliki  elektabilitas yang rendah. Namun Hary menegaskan, posisi elektabilitas Partai Hanura saat ini baginya bukan sesuatu yang penting.

"Kita punya cukup waktu membangun sepanjang kita mampu mengisi kekosongan di masyarakat. Ditunjang dengan kekompakan dan bekerja sama serta bersatu padu disertai militansi Partai Hanura tentu akan tumbuh besar dan berhasil. Tujuannya sekarang adala memperoleh suara yang signifikan dan mudah-mudahan bisa menang dalam Pemilu 2014," imbuhnya.

Kerja keras partai tentunya bertujuan untuk tetap fokus bagaimana bisa membawa perubahan. Hary Tanoe optimis karena Partai Hanura terdiri dari gabungan politisi yang fokus pada  perubahan Indonesia menjadi lebih baik, maka pihaknya yakin mampu bekerja sama bersatu padu menjalin sinergi.

"Seandainya Hanura bisa menang dan  berbuat banyak terutama bagaimana meingkatkan keadilan  intinya bagaimana kesejahteraan rakyat dan rakyat bisa  makmur secara keseluruhan. Kemudian masalah moral, bagaimana moral bisa lebih baik lagi. 84 persen penduduk kita usianya dibawah 55 tahun ke bawah, dan masyarakat produktif harus diselematkan bagaimana negara memproduktifkan masyarakatnya itu yang penting," tambahnya.

Belum Usung Cawapres
Ketua Umum Partai Hanura Wiranto mengatakan Partai Hanura punya prosedur untuk mengambil keputusan yang bersifat strategis melalui rapat pengurus harian yang jumlahnya 50 orang. Dalam rapat tersebut, memang mengerucut keputusan bahwa posisi HT  sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai.

"Kewenangan yang tertulis sebagai badan pertimbangan adalah akan memberikan pertimbangan-pertimbangan strategis  dalam rangka partai mencapai visi dan misi. Kita tidak berbicara kedudukan Pak Hary Tanoe sebagai cawapres. Masalah pilpres dan pilwapres belum kami putuskan. Kami masih fokus bagaimana partai ini menjadi besar dan lebih besar lagi dalam gerakan pembaruan agar posisi negeri ini menjadi lebih baik dan Indonesia lebih maju," bebernya.

Wiranto menambahkan, Ketua Umum Partai Hanura sebagai capres  akan dikukuhkan dalam Rapimnas. Namun saat ini, dia menegaskan, konsentrasi Partai Hanura masih pada kemenangan partai. Karena menurutnya seorang calon presiden tanpa kekuatan perubahan dibelakangnya maka Presiden tidak akan memberikan andil apapun.

"Kita bicara bagaimana partai ini besar dulu," tegasnya.

Wiranto juga menambahkan, konsep pembaruan di Partai Hanura berbeda dengan partai lain. Partai Hanura tegasnya, memiliki  konsep pembaruan akhlak moral para pemimpin, bahwa kunci pemimpin adalah memiliki ketulusan, integritas dan kompetensi dan kejujuran.

"Kami yakin kalau pemimpin menggunakan hati nurani pasti akan berbuat kebijakan yang jauh lebih baik.

Sementara itu, menanggapi isu pengusungan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo sebagai cawapres, Hary berpendapat masih terlalu pagi untuk dibicarakan.

"Fokus konsentrasi saya sekarang bagaimana membesarkan partai. Partai Hanura mendapatkan suara yang signifikan, saya rasa belum tepat bicarakan masalah pilpres. Kalau 'chance' untuk Partai Hanura bisa besar tentu ada. Kalau 'chance' untuk menjadi cawapres, saya katakan terlalu pagi untuk katakan itu. Kita jangan rubah fokus utama kita. Semua kader harus fokus bagaimana pemilu 2014 nanti bisa dapat elektabilitas yang tinggi," terangnya.

Ketika ditanya berapa persen target pemenangan partai, Hary mengaku masih sulit untuk mengatakan target elektabilitas partai. Hary mengaku pasca pengangkatan dirinya menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura, Hary Tanoe akan mengadakan rapat khusus dan akan menentukan strategi pemenangan ke depan.

"Bagaimana ke depan, langkah-langkahnya seperti apa baik di pusat atau di daerah, dari situ satu bulan baru tahu berapa target kita. Paling tidak kasih saya waktu dua minggu setidaknya saya baru bisa tahu," ucapnya.

Dengan latar belakang kepemilikan media MNC Group, strategi Partai Hanura yang akan dilakukan selain menggunakan udara sebagai peningkatan popularitas Partai Hanura, juga fokus pada strategi yang lebih efektif dilakukan yakni kegiatan kemasyarakatan. Karena masyarakat Indonesia saat ini, paparnya, masih terjadi kekosongan dan rakyat perlu melihat tindakan kongkret dari partai peserta pemilu.

"Jadi kita tidak hanya menyampaikan janji, tapi bagaimana kita menunjukan yang konkret mengisi sesuatu di masyarakat," ungkapnya.

Hary juga menegaskan dirinya akan all-out meningkatkan elektabilitas Partai Hanura ke depan.

Ketika ditanya, apakah akan memberi jabatan strategis kepada pengikutnya yang juga keluar dari Partai NasDem, Hary meyakini bahwa dirinya akan membawa seluruh gerbong mantan kader Partai NasDem.

"Yang pasti Ahmad Rofiq (mantan Sekjen NasDem) jabatannya strategis, saya sekarang masuk dulu. Nanti kemudian teman-teman semua baik di pusat atau didaerah akan bergabung di posisi strategis, semua kawan-kawan ex-Partai NasDem  yang keluar itu akan kita tampung baik di pusat dan daerah," ujarnya.

Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, menambahkan dalam suatu organisasi modern tidak bisa suatu partai bersifat statis. Partai, katanya, harus menjadi 'the learning organitation', dimana mau belajar dari kekuatannya dan kelemahannya. Maka menurutnya tidak mungkin organisasi atau partai fanatik dengan kekuatannya sendiri.

"Partai Hanura menerima dengan tangan terbuka. Kalau teman-teman yang baru  masuk, punya kualitas tentu akan kami tempatkan di tempat yang strategis," terangnya.

Tak hanya menerima gerbong dari Hary Tanoe, Wiranto juga mengatakan pihaknya juga mendapatkan kader dari Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Nasional Republik (NasRep).

"Yang lainnya masih dalam proses. Akan diumumkan nanti, masih rahasia tentunya. Karena kalau kita meminang gadis jangan sampai kita 'ngomong-ngomong' ke yang lain dulu, nanti disabotase orang," ujarnya sambil tertawa.

Ormas Perindo Tetap Independen
Pascahengkang dari Partai NasDem, Hary yang juga mantan ketua dewan pakar DPP NasDem, menggagas pembentukan organisasi masyarakat (ormas) Persatuan Indonesia Untuk Perubahan (Perindo). Rencananya, Hary Tanoe juga akan mendeklarasikan Perindo pada 24 Februari 2013. Di sana, ia akan didaulat menjadi ketua umumnya. Meskipun bergabung dengan Partai Hanura, dia menegaskan Perindo dan Hanura adalah dua hal bebeda. Hanura sebagai partai politik, dan Perindo sebagai ormas.
 
"Kami akan deklarasikan pekan depan, 24 Februari. Ormas ini akan lebih konsentrasi dengan kalangan menengah ke bawah seperti petani, nelayan, pemuda, UKM, dan hal lain yang bersifat peningkatan keadilan sosial dan moral," katanya.
 
Namun Hary tidak menampik bahwa ormas Perindo akan bekerja sama dengan Partai Hanura dan juga tetap bekerja sama dengan pihak-pihak lain, bahkan kerja sama dengan partai lain yang mempunyai visi yang sama dengan ormas Perindo.

"Janji saya, tujuan saya tetap sama, tetap berbakti dengan partai semaksimal mungkin, yakni sebagai agen perubahan Indonesia. Ormas bergerak di bidang menengah ke bawah. Ormas akan tetap akan independen, tetap bekerja sama dengan pihak-pihak lain. Jadi saya tegaskan, Perindo bukan ormas sayap Partai Hanura," imbuhnya.

Penulis: WIN/NAD