ilustrasi-Bendera parpol di jalan-jalan Ibu Kota pada masa kampanye Pemilu 2009.

Dalam hasil jajak pendapat Lembaga Survei Jakarta itu, Partai Golkar berada di posisi teratas.

Jakarta - Satu tahun menjelang Pemilihan Umum 2014, Lembaga Survei Jakarta (LSJ) melaksanakan survei elektabilitas parpol.

Jajak pendapat LSJ itu dilakukan pada 9 Februari - 15 Februari 2013 di 33 propinsi dengan mengambil sampel sebanyak 1225.

Margin of error plus-minus 2,8 persen dan level of confidence 95 persen.

Populasi dari jajak pendapat adalah seluruh penduduk Indonesia yang telah memiliki hak pilih. Sementara itu pengumpulan data dilakukan dengan metode teknik wawancara dengan responden berpedoman pada kuesioner.

Berikut elektabilitas partai politik (parpol) berdasarkan hasil jajak pendapat LSJ:

Partai Golkar 18,5 persen
PDI Perjuangan 16,5 persen
Partai Gerindra 10,3 persen
Partai Demokrat 6,9 persen
Partai Hanura 5,8 persen
Partai NasDem 4,5 persen
PKS 2,6 persen
PAN 2,5 persen
PPP 2,4 persen
PKB 1,8 persen
Undecided votters 28,2 persen

 

Kader Golkar Bangga
Hasil tersebut tak pelak membuat kader Partai Golkar (PG) Poempida Hidayatulloh merasa bangga.

"Saya bangga Partai Golkar ada di atas," kata Poempida di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/2).

Kendati begitu, dia meminta kader PG tidak boleh terlena atas hasil jajak pendapat LSJ tersebut. Pasalnya pada 2008, PG juga menempati peringkat atas berbagai lembaga survei.

"Kita tidak boleh terlena atas hasil survey. Pada 2008 Partai Golkar di atas. Tapi dekat Pemilu 2009, hasilnya Partai Golkar gagal menjadi pemenang. Jangan sampai nanti, terjadi perubahan drastis juga pada Pemilu 2014. Basis grassroot harus dijaga," tegasnya.

Suara Pembaruan

Penulis: C-6/ ARD/YUD

Sumber:Suara Pembaruan