Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Setia Untung Ari Muladi.

Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) menurunkan 9 jaksa penyidik, dua pegawai tata usaha, dan seorang pegawai dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memeriksa 17 saksi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunung Sugih, Lampung Tengah.

Hal itu dilakukan dalam rangka penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan benih oleh PT Sang Hyang Seri (SHS) Persero di Kementerian Pertanian (Kemtan).

"Berdasarkan Surat Tugas No print-20/F.2/Fd.1/02/2013, tanggal 13 Februari 2013, melakukan pemeriksaan saksi di wilayah Kejari Lampung dari tanggal 19 hingga 23 Februari 2013. Hari ini diagendakan pemeriksaan saksi-saksi sebanyak 17 orang di Kejari Gunung Sugih dan 30 orang di Kejari Sukadana," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Setia Untung Arimuladi, di Jakarta, Rabu (20/2).

Dikatakan, saksi-saksi tersebut adalah warga atai petani. Pemeriksaan dilakukan untuk mencari tahu pelaksanaan proyek pengadaan benih bantuan langsung benih unggul (BLBU) dan subsidi benih oleh PT SHS.

"Para saksi tersebut adalah warga atau petani yang pemeriksaannya untuk mengetahui kebenaran pelaksanaan pengadaan BLBU dan subsidi benih yang dilaksanakan oleh PT SHS," katanya.

Dalam kasus ini Kejagung telah menetapkan tiga tersangka yaitu  Direktur Utama PT SHS Kaharuddin, Karyawan PT SHS Subagyo, dan Manajer Kantor Cabang SHS Hartono. Kejagung juga telah menggeledah Kantor PT SHS. Namun, para tersangka maupun saksi dari Kemtan juga belum diperiksa.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Andhi Nirwanto ketika disinggung mengenai hal itu mengatakan, pihaknya terus melakukan pengusutan atas kasus tersebut, "Lanjut terus," kata Andhi.


Penulis: E-11/ARD/YUD

Sumber:Suara Pembaruan