Kapal Cepat Sea Rider Polair bersama Sea Rider Shikishima mengejar kapal perompak saat latihan SAR dan penanggulangan perompakan di laut antara Japan Coast Guard (JCG), Polair, Poudara dan KPLP di Perairan Tanjung Priok, Jakarta.

Jakarta - Anggota Komisi V DPR, Arwani Thomafi, menyesalkan kecelakaan Kapal Patroli Kesatuan Penjaga Iaut dan Pantai (KPLP), dan mendesak pihak Syahbandar Utama Pelabuhan Tanjung Priok menginvestigasi penyebab insiden itu.

"Adalah tanggung jawab syahbandar untuk melakukan investigasi penyebabnya. Apakah faktor keterpenuhan spesifikasinya atau faktor lain? Masalah ini harus tuntas," kata Arwani di Jakarta, Rabu (20/2).

Dia menjelaskan kapal KPLP itu terbalik di Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta Utara, setelah baru saja diluncurkan pada Senin (18/2). Kapal milik negara itu dibangun oleh galangan kapal PT Daya Radar Utama (DRU).

Menurut Arwani, yang juga Sekretaris Fraksi PPP itu, kapal itu masih menjadi tanggung jawab PT.DRU. Apabila tak ada pertanggungjawaban, maka sebaiknya kejadian tersebutmenjadi bahan evaluasi Kementerian Perhubungan.

"Perlu dipertimbangkan bagi perusahaan yang bermasalah dalam penyediaan barang dan jasa pemerintah. Kalau memang salah, ya harus diblacklist," tegas Arwani.

Ditjen Perhubungan Laut Departemen Perhubungan diketahui hanya memiliki tak lebih dari 30 kapal patroli di seluruh Indonesia. Selama ini, kapal-kapal itu digunakan untuk mengawasi perairan dari tindak pidana seperti perompakan.

Penulis: Markus Junianto Sihaloho/YUD