Ilustrasi penjara.

Serang - Ketua Koperasi Irama Tunggal bernama Subhan, yang berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi bantuan perumahan dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kempera) tahun anggaran 2008 senilai Rp1,7 miliar, ditahan oleh aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang, di Rutan Serang, Rabu (20/2). Penahanan tersangka ini dilakukan setelah penyidik dari Polres Serang melimpahkan berkas dan tersangka ke Kejari.

Kasus ini awalnya terkuak ketika Ketua Koperasi Irama Tunggal, Subhan, membuat proposal untuk meminta dana bantuan perumahan ke Kempera. Saat dana bantuan itu cair, tersangka lantas memberikan laporan bahwa dana itu telah disalurkan kepada masyarakat. Namun kenyataannya, uang bantuan tersebut hanya dinikmati oleh kelompok tersangka.

Akibat perbuatannya, tersangka dinilai telah merugikan keuangan negara hingga Rp1,7 miliar. "Tersangka melanggar pasal 2 Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," kata Kasi Pidsus Kejari Serang, Triono Rahyudi, di Serang, Rabu (20/2).

Triono pun mengatakan, penahanan tersangka dilakukan setelah dirinya menerima pelimpahan berkas dan tersangka dari penyidik Polres Serang. Penahanan terhadap tersangka ini sendiri akan dilakukan selama 20 hari.

Suara Pembaruan

Penulis: 149

Sumber:Suara Pembaruan